PROBOLINGGO | duta.co – Pimpinan Wilayah Satuan Komunitas (PW Sako) Pramuka Pandu Ma’arif Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur akan menyelenggarakan kegiatan Jelajah Santri IX Tahun 2026 pada Sabtu–Ahad, 14–15 November 2026, bertempat di Stadion Banyuangga, Kota Probolinggo. Kegiatan yang akan mempertandingkan 13 lomba ini akan diikuti partisipasi aktif seluruh cabang Sako Pramuka Pandu Ma’arif NU serta satuan pendidikan SD/MI dan SMP/MTs di bawah naungan LP Ma’arif NU se-Jawa Timur.

Ketua Panitia Jelajah Santri IX Tahun 2026, Kak Drs. Moch. Talha mengatakan kegiatan ini sebagai upaya memperkuat kualitas pembinaan kepramukaan bagi peserta didik di lingkungan pendidikan Ma’arif NU, sekaligus menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, kepemimpinan, dan semangat kebersamaan. Melalui kegiatan kepramukaan yang edukatif dan menantang, Jelajah Santri diharapkan menjadi ruang pembentukan karakter generasi muda yang berakhlak mulia, tangguh, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat. “Harapan kami, Jelajah Santri IX 2026 ini mampu memperkuat silaturahmi antarpeserta didik, memperluas jejaring pembinaan kepramukaan, serta mendorong tumbuhnya semangat berprestasi di kalangan generasi muda Nahdlatul Ulama,” ujar Kak Talha, panggilan akrabnya.

Dia mengatakan, sebagai agenda pembinaan kepramukaan, Jelajah Santri tidak hanya diarahkan pada pengembangan keterampilan kepramukaan, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai pendidikan dan karakter. Kegiatan ini menjadi sarana bagi peserta untuk belajar bekerja sama, membangun kedisiplinan, melatih keberanian mengambil keputusan, serta mengembangkan jiwa kepemimpinan melalui pengalaman belajar bersama di luar ruang kelas. ‘Ini momentum untuk meningkatkan semangat pembinaan Pramuka Pandu Ma’arif NU di Jawa Timur. Partisipasi aktif cabang dan satuan pendidikan menjadi salah satu unsur penting dalam menyukseskan kegiatan sekaligus memperkuat keberlanjutan pembinaan generasi muda,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Sako Pramuka Pandu Ma’arif NU Jawa Timur, Drs. Lukman Hakim, M.A., bersama jajaran pengurus wilayah terus mendorong penguatan peran kepramukaan sebagai bagian integral dari pendidikan karakter. Sinergi antara gerakan kepramukaan dan lembaga pendidikan Ma’arif NU diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kedisiplinan, kemandirian, dan kepedulian sosial.

Dukungan terhadap penguatan pendidikan karakter melalui kegiatan ini juga sejalan dengan komitmen Pimpinan Wilayah LP Ma’arif NU Jawa Timur yang dipimpin oleh Prof. Dr. Masdar Hilmy, S.Ag., M.A., Ph.D. dalam mengembangkan kualitas pendidikan di lingkungan Ma’arif NU. Kolaborasi antara lembaga pendidikan dan Sako Pramuka Pandu Ma’arif NU menjadi langkah strategis untuk memperkaya pengalaman belajar peserta didik melalui kegiatan yang membangun karakter, keterampilan, dan jiwa kepemimpinan.

Sekretaris PW Sako Pramuka Pandu Ma’arif NU Jawa Timur, Kak Andi Wimratani, turut berperan dalam mendukung koordinasi dan administrasi penyelenggaraan kegiatan agar pelaksanaan Jelajah Santri IX Tahun 2026 dapat berjalan secara terarah dan melibatkan partisipasi berbagai cabang serta satuan pendidikan di Jawa Timur.

Ada 13 Perlombaan

Agenda utama Jelajah Santri IX Tahun 2026 berupa rangkaian perlombaan yang dirancang untuk menguji kemampuan peserta dalam bidang administrasi, keterampilan kepramukaan, pengetahuan keagamaan, wawasan kebangsaan, serta kekompakan regu.

13 cabang perlombaan disiapkan menjadi bagian dari kompetisi Jelajah Santri IX Tahun 2026, yakni Lomba Administrasi, untuk menguji ketertiban, kelengkapan, dan kemampuan pengelolaan administrasi regu. Lomba Seragam dan Atribut, untuk menilai kerapian, kesesuaian, serta kelengkapan seragam dan atribut kepramukaan. Pengetahuan Aswaja, untuk memperkuat pemahaman peserta terhadap nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah. Wawasan Ke-NU-an, untuk meningkatkan pemahaman mengenai sejarah, nilai, tradisi, dan perjuangan Nahdlatul Ulama.

Juga digelar lomba Sandi Lemdikarnu, untuk menguji kemampuan peserta dalam memahami dan memecahkan sandi sesuai ketentuan teknis perlombaan. Kebangsaan, untuk mengembangkan wawasan kebangsaan, semangat nasionalisme, dan cinta tanah air. Ke-Sakoan, untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai organisasi, identitas, dan nilai-nilai Sako Pramuka Pandu Ma’arif NU. Semaphore, untuk menguji keterampilan komunikasi menggunakan isyarat bendera. Morse, untuk mengasah kemampuan menyampaikan dan menerima pesan melalui sandi Morse. Kepramukaan, untuk mengukur pengetahuan peserta tentang prinsip dasar, metode, dan keterampilan kepramukaan. Pionering, untuk melatih keterampilan tali-temali, pembuatan simpul dan ikatan, serta kreativitas dalam membuat konstruksi sederhana. Yel-yel, untuk menampilkan kreativitas, kekompakan, semangat, dan identitas regu. Juga Halang Rintang, untuk menguji ketangkasan, keberanian, kerja sama, serta kemampuan peserta menghadapi tantangan secara terukur.

Ketiga belas cabang perlombaan tersebut diharapkan mampu menghadirkan pengalaman belajar yang menyeluruh. Peserta tidak hanya dituntut menguasai keterampilan teknis kepramukaan, tetapi juga memahami nilai keagamaan, memperkuat identitas ke-NU-an, menumbuhkan semangat kebangsaan, dan membangun solidaritas dalam kelompok. Melalui perpaduan kompetisi pengetahuan, keterampilan, kedisiplinan, dan ketangkasan, Jelajah Santri menjadi sarana pendidikan karakter yang menghubungkan nilai-nilai pesantren, tradisi Nahdlatul Ulama, semangat kebangsaan, dan pendidikan kepramukaan.

Melalui penyelenggaraan Jelajah Santri IX Tahun 2026, PW Sako Pramuka Pandu Ma’arif NU Jawa Timur berharap kegiatan ini dapat menjadi wahana pembinaan yang bermakna bagi peserta didik, memperkuat persaudaraan antarsesama Pramuka Pandu Ma’arif NU, serta menumbuhkan generasi santri yang disiplin, mandiri, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

PW Sako Pramuka Pandu Ma’arif NU Jawa Timur mengajak seluruh cabang Sako dan satuan pendidikan SD/MI serta SMP/MTs di bawah naungan LP Ma’arif NU se-Jawa Timur untuk berpartisipasi aktif dan menyukseskan Jelajah Santri IX Tahun 2026 di Stadion Banyuangga, Kota Probolinggo, pada 14–15 November 2026. (*)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry