Meilan Ilahude, dari Dinas Koperasi UMKM Jatim (tengah) diapit Andrawan Diponugroho selaku Business  Development Specialist Social Commerce JD.ID (kiri) dan Andika dari J-Express (JX) Indonesia saat di acara pelatihan untuk UMKM di Surabaya, Rabu (17/11/2021). DUTA/endang

SURABAYA | duta.co – Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) saat ini terus menjadi perhatian khusus Pemerintah Provinsi Jawa Timur. UMKM diharapkan bisa menjadi tonggak pulihnya kembali perekonomian pasca pandemi Covid-19.

Karena itu Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Timur berupaya agar UMKM ini bisa terus maju dan naik kelas. Sehingga bisa menopang perekonomian. Salah satu cara yang ditempuh adalah  memberikan pelatihan, baik yang dilakukan sendiri atau bekerjasama dengan pihak lain.

Meilan Ilahude dari Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Timur mengatakan, untuk bisa mengangkat UMKM agar bisa lebih maju lagi, harus ada kolaborasi semua pihak. Pihak pemerintah harus bekerjasama dengan pihak swasta, terutama pelatihan tentang digital marketing.

“Karena digital marketing itu sangat dibutuhkan di zaman sekarang ini. Kalau tidak, bisa ketinggalan,” ujar Meilan usai membuka pelatihan UMKM yang digelar JX Indonesia dengan JD.ID di Surabaya, Rabu (17/11/2021).

Karena, dari semua UMKM di Jawa Timur yang berjumlah lebih dari 650 ribu-an, mengalami terkendala pemasaran. “Mereka hanya bisa memproduksi, tapi sulit untuk memasarkannya. Pemasaran secara online terus dikembangkan karena platform e-commerce sudah sangat banyak, tinggal bagaimana mereka terbiasa dengan digital marketing,” jelasnya.

Dari data Dinas Koperasi dan UMKM Jatim, baru 40 persen UMKM di Jatim yang melek teknologi. “Karenanya kami sangat mengapresiasi JD.ID dan J-Express yang sudah berinisiatif memberikan pelatihan bagi pelaku UMKM di Surabaya dan sekitarnya,” tukasnya.

Secara sistematis para pembicara dalam kegiatan ini menyampaikan sejumlah materi. Seperti hal-nya pengenalan dan pemanfaatan platform e-commerce dalam kegiatan jual beli, pengenalan metode transaksi COD sebagai upaya membangun dan membina kepercayaan pelanggan.

Juga pengenalan JD.ID sebagai salah satu platform e-commerce dengan jaringan marketplace yang luas, cara bergabung menjadi mitra seller JD.ID, serta penjelasan mengenai program social commerce JD Fans, program afiliasi marketing resmi milik JD.ID.

Head Of Marketing, Community and Partnership J-Express (JX) Indonesia, Adhika Yosmik memberikan edukasi dan pelatihan perihal metode pembayaran cash on delivery (COD). Dikatakannya transaksi COD ini sudah sangat banyak dilakukan.

COD adalah salah satu cara jitu yang dilakukan oleh para seller untuk membangun kepercayaan para pelanggan. Hal ini didukung dengan temuan data statistik yang menyatakan bahwa lebih dari 70% konsumen Indonesia masih memilih metode COD sebagai metode transaksi belanja dan pengiriman barang. Terlebih di situasi pandemi dimana kegiatan jual beli mayoritas dilakukan secara digital dan online, kami melihat metode COD sebagai jalan tengah, yang memungkinkan kedua belah pihak, seller dan pelanggan, merasakan kepuasan dan manfaat dari belanja online.

Social Commerce Business Development Specialist JD Fans, Andrawan Diponugroho, JD.ID memberikan pelatihan agar UMKM bisa melek akan teknologi dan memanfaatkan teknologi untuk mempromosikan produk-produknya.

“DI JD.ID kami tidak hanya menyediakan infrastrukturnya tapi juga menyiapkan tenaganya yang bisa membantu UMKM untuk mempromosikan produk-produknya.

“Di JD.ID tersedia banyak kanal untuk para pelaku bisnis belajar memulai usaha atau sekedar ingin dapat penghasilan tambahan, tanpa perlu kumpul modal. Nanti setelah pelatihan ini, kami akan kami buatkan grup yang tujuannya bisa melakukan pelatihan secara online sekaligus memantau kegiatan mereka,” jelas Andrawan.

Pelatihan ini digelar dua hari hingga Kamis (18/11/2021). Peserta dibagi dalam dua sesi pelatihan dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat. ril/end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry