SURABAYA | duta.co – Junior Chamber International (JCI) East Java, Wondersisters dan Womenpreneurs menghadirkan wanita-wanita tangguh Indonesia untuk berbagi pengalaman di bidang yang mereka tekuni.

Hal ini juga sejalan dengan campaign #TetapMelangkah yang merupakan tema tahunan 2021/2022 dari Wondersisters, yang juga dalam rangka memperingati International Women’s Day setiap tanggal 8 Maret.

Acara ini juga untuk menginspirasi para perempuan dalam lingkup keanggotaan JCI East Java, Wondersisters dan Womenpreneurs agar memperoleh berbagai insight berguna untuk terus berkarya di bidang pilihan mereka meskipun banyak kesulitan yang dihadapi.

Gracia Paramitha, Dosen London School of Public Relations, Pengamat dan Peneliti G20 mengatakan, perjalanan hidup perempuan diliputi 3S. Pertama struggling (pergumulan), kedua stereotype (ciri khas), ketiga sorrow (perjuangan).

“Jadi perempuan sekarang itu perlu 3B, be brave (tidak hanya cantik), be bright (tidak hanya dengan otak intelektual, tetapi juga kreativitas dalam menghadapi permasalahan), kemudian be blissful (apapun kesuksesan kita, tidak bisa terlepas dari hasil perjuangan perempuan-perempuan lainnya,” jelas Gracia tertulis.

Itulah kenapa ketika kita punya suatu prestasi atau kekayaan tersendiri, perlu berbagi dan saling mendukung dengan perempuan-perempuan lain secara setara. Agar bisa bangkit dari kegagalan, kita juga perlu 3P, patience (kesabaran), pray (doa pengharapan) dan perseverance (ketekunan),” tambahnya.

Sementara Margaret Srijaya, Founder of Womenpreneurs.id menambahkan, pada Tahun 2017 di sebuah event dengan JCI East Java, dirinya melihat bahwa banyak perempuan terpaksa menjadi orang tua tunggal dari anak-anak berkebutuhan khusus.

Momen itu membuat terpikir perlu ada platform dengan dampak massal yang bisa dipergunakan untuk memotivasi perempuan-perempuan itu untuk setiap hari bangun dan menjalani hidup dengan semangat.

Kita perlu menjadi contoh hidupnya, setiap orang pasti punya masalah, tapi yang lebih penting adalah gimana caranya agar kita bisa menjadi lebih kuat. Capek mungkin, tapi selama kita punya mimpi, ya itulah yang akan membuat kita perlu balik lagi,” ungkap Margaret.

“Tujuan Womenpreneur itu simple. Yang tadinya tidak semangat kerja jadi semangat. Yang tadinya tidak punya mimpi, jadi mulai berani untuk bermimpi. Harapan berikutnya, ingin lebih berdampak, namun bentuknya itu yang gimana tentu disesuaikan dengan kondisi bisnis masing-masing,” sambung dia.

Sedangkan Belinda Tanoko, CEO Tanrise Property, Deputy CEO Tancorp Group menceritakan pengalamannya terjun ke bisnis keluarga. Ia mengaku tidak pernah merasa dipaksa, ataupun merasa itu sebagai beban, karena sejak kelas 2 SD sudah dibiasakan untuk mengenal kegiatan di pabrik atau di kantor.

“Orang tua Belinda (generasi kedua) tidak pernah memaksa, tapi memberikan contoh untuk hidup disiplin. Selain itu, bonding mereka erat, karena dibiasakan untuk beraktivitas sama-sama dan dari jarak umur mereka memang dekat (tidak sampai 20 tahun),” katanya.

Pengalaman kegagalan tak terlupakan. Saat produk Cleo yang sudah disebarkan ke seluruh Indonesia harus ditarik lagi semuanya dari pasar karena masalah kemasan. Itu hal yang berat dan tak terlupakan, tapi justru dari situlah pertama kali lahir Cleo versi kemasan galon. Gagal ataupun masalah itu tidak apa-apa, selama kita tidak pernah menyerah dan terus mencari solusi dan peluang apa yang bisa dikembangkan dari situ,” tutur Belinda.

Dalam acara ini turut hadir Chapter JCI, JCI Indonesia, JCI Bandung, JCI Femme, JCI Bali, JCI West Sumatra, JCI Medan, JCI Brawijaya, JCI Batavia, JCI Jayakarta, Community Dharmawanita. Lalu Gabungan Organisasi Wanita Kota Surabaya (GOW) dan Love Pink. tom

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry