SURABAYA | duta.co –  Ada materi debat Capres-Cawapres yang masih jadi pembicaraan sebagian umat Islam. Adalah perbedaan penjelasan KH Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto seputar terorisme. Jawaban Kiai Ma’ruf mengutip fatwa MUI, dinilai tidak pada tempatnya.

“Kenapa terorisme dikaitkan dengan jihad. Apakah semua teror-teror itu dilakukan kaum muslimin. Padahal tidak sedikit teror justru menimpa kaum muslimin. Saya sedih mendengar penjelasan Kiai Ma’ruf. Ndak benar itu, ndak benar itu,” demikian disampaikan Ustadz H Kahfi Suharto, warga NU di Kota Pahlawan Surabaya kepada duta.co, Jumat, 18/1/2019).

Dalam debat itu, Kiai Ma’ruf  menyampaikan visi misinya tentang memberantas terorisme di Indonesia. Terutama, tentang isu terorisme yang selalu dikaitkan dengan Islam. Menurutnya, MUI sendiri telah mengeluarkan fatwa bahwa terorisme bukanlah jihad dan dilarang.

“Ulama Indonesia telah mengeluarkan fatwa bahwa terorisme bukan jihad. Bahkan terorisme dianggap melakukan kerusakan. Dalam Al-Quran dinyatakan bahwa orang melakukan kerusakan di bumi harus dihukum dengan berat,” demikian Kiai Ma’ruf.

Menurut Kahfi, harusnya dibedakan antara teror dengan jihad. Kalau penekanannya terorisme itu bukan jihad, seakan-akan semua teror itu dilakukan umat Islam, padahal, kenyataannya tidak demikian. Dalam debat Pilpres mestinya tidak mengutip fatwa MUI.

“Umat Islam sekarang butuh ‘pembelaan’ bahwa teror itu bukan Islam, mesti pelakunya mengaku muslim. Harsunya ada penegasan bahwa terorisme itu bisa jadi dibuat untuk merusak nama Islam,” tegasnya.

Pantas Umat Islam Pilih Prabowo

Jawaban Prabowo Subianto sebagai Calon Presiden RI 2019 – 2024 lain lagi. Dia justru berusaha membela umat Islam dari tuduhan terorisme. Prabowo menyebut terorisme sering disamarkan, meski dirinya setuju dengan deradikalisasi.

Prabowo sempat menceritakan pengalamannya di militer yang, menurutnya, berkutat di bidang terorisme. Bersama Luhut Binsar Pandjaitan, Prabowo mengaku membentuk pasukan antiteror. Dia mengaku paham betul soal terorisme.

“Masalahnya, saya mengetahui sering kali terorisme ini dikirim dari negara lain dan sering juga dibuat nyamar, seolah-olah teroris itu dari orang Islam,” kata Prabowo dalam debat Capres 2019 di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019).

Padahal, lanjut Prabowo, “Terorisme  itu bisa dikendalikan oleh orang yang mungkin bukan orang Islam, atau orang asing, atau bekerja untuk orang asing,” ucap Prabowo.

Prabowo seakan mengingatkan kepada kita, bahwa, terorisme tersebut bisa menjadi proyek untuk menyudutkan Islam, bisa juga proyek untuk mengeruk keuntungan. Inilah yang dikhawatirkan mayoritas muslim Indonesia dan seakan dibiarkan mengambang sehingga antarumat Islam saling curiga. (zal)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry