
JAKARTA | duta.co — Mencermati dinamika geopolitik belakang ini, Pengurus Besar Jam’iyah Thoriqoh Mu’tabaroh Indonesia (PB JATMI) merasa perlu menyatakan sikap.
Enam sikap ini disampaikan dalam mujahadah kubro yang berlangsung di Jakarta, dan dihadiri wakil Dubes Iran, akhir pekan kemarin.
Pertama, PB JATMI mengutuk sekeras-kerasnya penyerangan Israil dan Amerika terhadap Negara Iran menimbulkan korban jiwa para pemimpinnya, rakyat dan anak anak yang tidak berdosa.
Kedua, PB JATMI Melihat apa yang dilakukan oleh Israil dan Amerika ( menyerang Iran) tidak lebih adalah cerminan tindakan “teroris” yang menodai nilai nilai kemanusiaan dan merusak komitmen bersama (masyarakat dunia) dalam mewujudkan perdamaian sejagad.
Ketiga, PB JATMI selalu istiqomah untuk menyambung silaturrahmi, membangun ukhuwah islamiah (lintas aliran, madzhab & kelompok) demi untuk mewujudkan ‘izzul Islam wal muslimin.
Keempat PB JATMI mengingat kan pihak pihak yang memperuncing perbedaan antara Sunni dan Syi’ah segerah dihentikan, karena ia berpotensi dimanfaatkan pihak luar untuk adu domba.
Kelima, PB JATMI menginstruksikan seluruh jajaran pengurus JATMI diberbagai tingkatkan melakukan MUJAHADAH mendoakan IRAN merai kemenangan dan terwujudnya tata kehidupan dunia yang aman damai sejahtera bersama.
Keenam, PB JATMI akan menjadi jembatan memperarat dan memperkuat silaturahmi dan ikhtiar “Taqribul madzhab” (khususnya Sunni- Syi’ah) dengan mencari titik temu (persamaan) saling menguatkan terhadap hal disepakati, dan saling memahami terhadap perbedaan.(*)





































