
JAKARTA | duta.co — Prof KH Ali Masykur Musa, Mudir ‘Ali Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (JATMAN) mengumumkan keabsahan JATMAN Periode 2024-2029 sebagai satu-satunya badan otonom (Banom) yang fokus pada pengamalan dan pengembangan ajaran tarekat di bawah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Pengumuman itu disampaikan usai bertemu Menteri Hukum (Menkum) Supratman Andi Atgas di Kantor Kementerian Hukum (Kemenkum), Jalan Rasuna Said Kuningan, Jakarta Selatan, pada Selasa (22/4/2025).
“Kami melaporkan hasil Kongres dan setelah mendapatkan SK PBNU tertanggal 21 Januari yang lalu. Dari pembicaraan beliau menyambut baik JATMAN Banom di lingkungan NU. JATMAN ini adalah organisasi yang tidak ada masalah dari segi hukum. Jadi dengan demikian JATMAN sejak 1957 sampai sekarang tegak lurus di bawah PBNU,” jelasnya.
Kiai Ali meminta para pengurus dan ahli tarekat di lingkungan JATMAN agar tetap membina umat dengan pengamalannya masing-masing. “Kami mohon semuanya tetap mengemban amanah membina umatnya dalam hal ini pengamal thariqah masing-masing di lingkungan NU. Kita harus istiqamah khidmah di jalan Nahdlatul Ulama melalui Banom Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah,” ujarnya.
Kiai Ali mengungkapkan, Menkum Andi juga mengajak JATMAN untuk mengupayakan kesadaran hukum melalui penguatan spiritualitas. Nantinya, akan ada kerja sama lebih lanjut soal itu. “Pak Menteri mengajak kerjasama JATMAN dalam penyadaran hukum, budaya hukum untuk melahirkan spiritualitas hukum. JATMAN akan diajak, menjadi partner untuk menyadarkan masyarakat luas kesadaran spiritualitas hukum itu sangat penting,” katanya mengutip Menteri Andi.
Terkait organisasi tarekat yang bermunculan, Kiai Ali menegaskan bahwa berdasarkan pertemuan dengan Menkum Andi, maka, tidak ada yang lebih absah dibanding JATMAN. Namun, ia tidak melarang siapapun mendirikan organisasi thariqah karena itu hak pribadi.
“Jadi dengan demikian kami bersyukur beliau menyatakan Banom Nahdlatul Ulama adalah JATMAN sedangkan yang JATMA Aswaja tidak ada hubungannya dengan Nahdlatul Ulama,” tambahnya.
Di samping itu, Kiai Ali mengatakan bahwa di NU tidak ada faksi-faksi, termasuk dalam dunia tarekat karena yang berlabel resmi PBNU hanyalah JATMAN. “Dengan demikian sesungguhnya tidak ada lagi permasalahan di lingkungan organisasi thariqah NU. Kalau urusan organisasi thariqah yang tidak ada labelnya JATMAN kan banyak, tidak hanya JATMA Aswaja, dan itu hak dari warga negara untuk berorganisasi,” ucapnya.
“Kami mohon yang di Nahdlatul Ulama kami mohon istiqamah, berkhidmah menjalankan tugas-tugas spiritualitas di dalam JATMAN, dan kaifiyat serta thariqah yang dipahami dijalankan masing-masing seluruh thariqah yang bernaung di dalam JATMAN,” terangnya. (nu.or.id)