Daftar kontingen dari Jawa Timur yang berlaga di LKS 2019 di Yogyakarta. DUTA/istimewa

SURABAYA | duta.co  — Lomba Kompetensi Siswa (LKS) 2019 kembali digelar. Tahun ini, Yogyakarta menjadi tempat bagi 759 siswa SMK dari 34 provinsi untuk unjuk kemampuan di 32 bidang pekerjaan.

Jawa Timur, mengirimkan banyak siswa SMK dari berbagai kota. Mereka berkompetisi di berbagai bidang keahlian.

Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan Jawa Timur, Suhartono mengatakan target Jawa Timur memang menjadi juara umum di ajang bergengsi ini.

“Target pasti yang terbaik ya. Tapi kita realistis melihat lawan. DKI dan Jawa Tengah masih menjadi lawan terkuat. Tapi kita tetap harus memberikan yang terbaik,” ujar Suhartono ketika dihubungi Duta, Rabu (10/7).

Diakui Suhartono, seluruh peserta dari Jawa Timur sudah melalui seleksi yang cukup ketat. Dindik Jatim sudah melakukan seleksi itu jauh-jauh hari, sehingga persiapan ke ajang itu sangat maksimal.

Mulai dari tingkat wilayah kerja dan provinsi sampai akhirnya yang terbaik dikirim ke tingkat nasional.

“Kita ikuti semua bidang yang dilombakan. Dan kita sudah melakukan persiapan yang matang untuk ajang tahunan ini,” tukasnya.

Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemendikbud Didik Suhardi menyampaikan ajang tahunan ini bukan sekadar panggung perlombaan, tetapi juga ajang menampilkan keahlian peserta yang menggambarkan kualitas pendidikan vokasi di Indonesia.

“LKS adalah kesempatan untuk menampilkan prestasi siswa di bidang keahlian masing-masing, serta sebagai ajang untuk menggambarkan peningkatan kualitas SMK di Indonesia,” tutur Didik.

Selain itu terkait peningkatan kualitas pendidikan vokasi, Sesjen juga menyampaikan tentang perlunya evaluasi sebagai upaya untuk menyesuaikan keahlian dengan kebutuhan dunia kerja dan industri yang ada saat ini. Karena menurutnya jurusan SMK baiknya harus relevan dengan dunia kerja.

“Jurusan SMK harus diselaraskan dengan dunia kerja, harus ada kesinambungan antara lulusan SMK dengan kebutuhan dunia usaha dan industri,” katanya.

Selain perlombaan, dalam rangkaian acaranya, ada pula workshop industri dengan narasumber yang kompeten di bidangnya.

Tujuan workshop ini adalah untuk mengenalkan anak muda Indonesia dalam menghadapi era ekonomi digital, strategi dalam memasarkan produk SMK di era revolusi industri 4.0.

Selain itu juga ada job matching yang bertujuan memberikan peluang dan menambah wawasan kepada lulusan SMK untuk berinteraksi dengan dunia industri dan usaha yang memerlukan tenaga kerja.

Lomba akan berlangsung pada 8 – 11 Juli 2019, selain melibatkan ratusan siswa SMK, juga ada 116 orang juri yang terdiri dari pihak yang kompeten di bidangnya.

Untuk lokasinya akan berpusat di Jogja Expo Centre (JEC), SMK Negeri 6 Yogyakarta, Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Hotel Grand Dafam Yogyakarta. end/ril/kem

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.