SURABAYA | duta.co – Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim Artono berharap Pemprov Jatim segera melakukan perekrutan tenaga guru untuk pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik yang hingga saat ini Jatim mengalami kekurangan. Pasalnya, hampir dalam setiap kunjungan kerja ke daerah, persoalan yang diutarakan juga seputar itu.
“Dalam setiap kunjungan di beberapa daerah di Jatim permasalahan untuk pendidikan  SMA/SMK negeri yang dikelola Pemprov itu satu, yaitu masalah ketersediaan guru. Ini yang harus segera dipenuhi oleh Pemprov Jatim,” kata Artono usai melakukan kunjungan di kantor cabang dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jatim wilayah Bondowoso, Rabu (30/9/2020).
Menurut politisi asal PKS ini saat ini di setiap sekolah SMA/SMK di Jatim pasti memiliki GTT (Guru Tidak Tetap) untuk memenuhi kekurangan tenaga guru. ”ASN di sekolah negeri sudah tak ada. Pemerintah harus segera merekrut tenaga guru sebab banyak sekali yang ASN pensiun dari sektor guru,” tegas Artono.
Jika Pemprov Jatim ingin memanfaatkan tenaga GTT sebagai tenaga guru di sekolah negeri, lanjut Artono, maka Pemprov harus segera memberikan kesejahteraan bagi guru GTT yang dipekerjakan. “Gubernur  Jatim harusnya mencontoh  Gubernur Jateng dimana guru GTT disana digaji sesuai dengan UMR setempat. Beda di Jatim Cuma diberi insentif kisaran Rp 750 ribu. Ini harus diperhatikan oleh gubernur,” ungkapnya.
Terpisah, kepala cabang dinas pendidikan dan kebudayaan Jatim wilayah Bondowoso, Mujiono mengakui adanya kekurangan tenaga guru untuk sekolah-sekolah negeri. Disisi lain keberadaan tenaga GTT di Kabupaten Bondowoso nasibnya juga memprihatinkan.
“Bondowoso sangat kekurangan sekali tenaga guru. Selama ini banyak yang rangkap jabatan. Misalnya kepala sekolah juga ikut mengajar. Bahkan ada guru merangkap Kepala TU. Begitu juga kesejahteraan GTT masih  memprihatinkan. Kami berharap Pemprov Jatim memperhatikan nasib guru di daerah seperti Bondowoso,” pungkas Artono. (ud)
Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry