Penutupan KSN 2021 Jumat (12/11//2021) di mana Jatim menjadi juara umum. DUTA/ist

SURABAYA | duta.co – Untuk kedua kalinya, Jawa Timur sukses meraih juara umum pada kejuaraan Kompetisi Sains Nasional (KSN) yang digelar Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemdikbud pada 7-13 November 2021.

KSN sendiri pertama kali digelar 2002, terhitung selama 18 tahun Jawa Timur belum mendapatkan prestasi gemilang diajang kompetisi bergengsi tingkat pelajar se Indonesia ini.

Selama ini Juara Umum selalu dipegang oleh Jateng dan DKI. Namun, pada 2020 lalu, Jawa Timur sukses meraih juara umum. Kemudian dipertahankan gelar juara tersebut di 2021.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD Dikdasmen), Jumeri saat menutup acara KSN 2021 secara virtual, Jumat (12/11//2021). DUTA/ist

Untuk gelar Juara Umum tahun ini, Jatim meraih 29 Emas, 29 Perak dan 25 Perunggu. Porelah ini mengungguli DKI Jakarta yang berada di peringkat dua dengan 21 Emas, 28 Perak dan 25 perunggu. Disusul Jawa Barat di peringkat ketiga dengan 11 Emas, 15 Perak dan 26 Perunggu.

Selanjutnya, Provinsi Riau dengan raihan 8 Emas, 5 Perak, 14 Perunggu. Kemudian Banten dengan raihan 6 Emas, 23 Perak, 20 Perunggu, terakhir Jawa Tengah dengan raihan 6 Emas, 21 Perak, 34 Perunggu.

Terkait capaian tersebut, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengaku bangga dengan prestasi siswa siswi Jatim. Mereka masih menunjukkan prestasi terbaik di masa pandemi.

“Baik para kepala sekolah dan guru telah menunjukkan kinerja terbaiknya. Membangun generasi emas Jawa Timur yang lebih kreatif dan inovatif disertai dengan akhlak yang mulia. Terima kasih kepada para kepala sekolah, para guru, dan para orang tua yang telah mendidik, membina dan mendorong putra putrinya untuk meraih prestasi terbaiknya,” ungkap Gubernur Khofifah, Jumat (12/11//2021).

Ia juga melanjutkan, sebagai upaya dalam meningkatkan sumber daya manusia (SDM) di Indonesia harus terus dikawal, dijaga dan ditingkatkan dalam kondisi apapun. Dengan kata lain, pandemi Covid-19 tidak boleh melemahkan semangat untuk terus menggerakkan pendidikan yang berkembang, berkemajuan dan memberikan manfaat yang besar.

“Sekali lagi kami sampaikan terima kasih kepada para guru, orang tua dan para kepala sekolah. Apalagi kepala sekolah posisinya sangat sentral untuk bisa memberikan penguatan dari kualitas dan produk dari masing-masing lembaga yang mereka pimpin,” urainya.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim, Wahid Wahyudi menuturkan prestasi membanggakan ini layak mendapat apresiasi. Sebab, selama puluhan tahun ajang bergengsi KSN didominasi oleh DKI Jakarta dan Jawa Barat. Namun dalam dua tahun ini, Jatim sukses mempertahankan juara Umum sejak tahun 2020 lalu.

“Ini membuktikan bahwa semangat siswa-siswi di Jawa Timur dalam menorehkan prestasi patut diberikan apresiasi, karena meskipun berada dalam situasi pandemi tapi semangat dan motivasinya luar biasa,” ujar Wahid usai memantau pengumuman KSN 2021 melalui zoom meeting, Jumat (12/11/2021).

Tak hanya itu, Wahid juga mengungkapkan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa memberikan dukungan penuh untuk kemajuan pendidikan melalui program-program yang tidak hanya berfokus pada akademik siswa melainkan juga kompetensi keahlian atau vokasional siswa.

“Ini adalah bentuk komitmen gubernur dalam nawa bhakti satya yang ingin merealisasikan Jatim Cerdas,” imbuh dia.

Meski sukses mempertahankan juara umum KSN di tahun ini, namun Wahid meminta agar para siswa tidak berpuas diri. Lebih dari itu justru berharap pelajar Jawa Timur terus meningkatkan kualitas dan mutu prestasinya. Tak hanya di tingkat Nasional namun tingkat Internasional melalui berbagai pelatihan dan pendampingan secara massif dan konsisten. Salah satunya dengan mempersiapkan bekal keterampilan melalui eksperimen di laboratorium.

Sementara itu, secara terpisah Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD Dikdasmen), Jumeri saat menutup acara KSN 2021 secara virtual, Jumat (12/11/2021) mengucapkan apresasi atas semangat yang ditunjukkan para peserta.

“Saya sungguh berbahagia dapat menyapa para siswa terbaik dan bertalenta di bidang sains. Selamat kepada kalian yang selalu berjuang, bersemangat belajar, dan membangun atmosfer positif untuk terus berprestasi walau pun masih berada dalam situasi pandemi dan keterbatasan,” ungkapnya.

Melalui KSN, lanjut Jumeri, para peserta sesungguhnya diajak bukan hanya untuk adu kompetensi di bidang sains, tapi diajak untuk menjelajah lebih dalam lagi tentang manfaat dan keindahan dibalik kerumitan sains. “Di masa depan kita akan dituntut untuk lebih dekat dan menguasai sains dan teknologi, di mana kita akan membangun peradaban secara virtual,” ujar Jumeri.

Untuk itu, kepada para peserta, Jumeri berpesan sebagai generasi yang akan membangun Indonesia, para peserta didik harus lompat lebih maju melalui digitalisasi dan kepada semua pihak untuk membangun paradigma baru di dunia pendidikan, baik pendidikan menengah ke bawah mau pun pendidikan tinggi. “Di mana fokusnya adalah kepada kreativitas, computational logics, dan juga fokus kepada berkarya,” tutur Jumeri.

Oleh karena itu, kata Jumeri mulai dari sekarang para peserta didik harus melatih dan memperkuat pondasinya dengan terus memiliki keingintahuan lebih besar akan dunia sains dan teknologi. “Yang perlu digali lebih lanjut adalah sains tidak hanya kita pelajari secara teoretis, tapi tentang bagaimana sains akan membantu kehidupan manusia. Saya berharap adik-adik dapat terus bersemangat, dan terus memotivasi untuk menjadi generasi-generasi hebat di bidang sains,” pungkasnya.

Perlu diketahui, dalam KSN 2021 ini sebanyak 9 bidang yang dilombakan yaitu Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Informatika/Komputer, Astronomi, Ekonomi, Kebumian dan Geografi dengan masing-masing diikuti oleh 100 peserta. KSN 2021 secara resmi telah dibuka pada 7 November 2021 dengan mengangkat tema “Talenta Sains untuk Indonesia Tumbuh, Indonesia Tangguh” yang diikuti oleh 2.179 siswa. ril/end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry