Emil E Dardak. Bacawagub Jatim, pasangan Khofifah. (FT/SUUD)

SURABAYA | duta.co  – Bukan Emil E Dardak, kalau sepi manuver. Kali ini Bacawagub Jatim pasangan Khofifah itu siap bagi-bagi tugas, ‘terbang’ sendiri untuk bisa menyapa seluruh masyarakat Jatim dari ujung timur sampai barat, ujung utara sampai selatan. Hal ini sesuai dengan anjuran Pakde Karwo sapaan akrab Ketua DPD Partai Demokrat Jatim untuk mengefektifkan waktu kampanye yang tersedia dengan luasnya wilayah Jatim.

“Sekarang kondisinya sudah stabil, jadi sudah bisa jalan sendiri-sendiri untuk memperkuat elemen yang merupakan basisnya masing-masing,” ujar Bupati Trenggalek didampingi istrinya Arumni Bachsin saat menghadiri HUT pertama Muda Mudi Jatim di Surabaya kemarin malam.

Emil bahkan sudah menyiapkan tim pemenangan untuk mempresentasikan kombinasi santri nasionalis di kawasan Mataraman dan Selatan Jatim. Alasannya, ada hal-hal yang tidak bisa dimanufaktur secara instan, yaitu perjuangan membangun kawasan Selatan Jatim.

“Perjuangan untuk membangun kawasan Selatan harus dilakukan secara bersama-sama sebagai koneksi batin yang tentunya bisa dirasakan oleh pemilih di Jatim,” dalihnya.

Menurut Emil, pembangunan wilayah Selatan Jatim juga sudah dimasukkan dalam visi dan misi pasangan Khofifah-Emil yang melibatkan para pakar yang dipercaya oleh Gubernur Jatim, Soekarwo. Sementara Bu Khofifah akan mereview dan merancang sendiri visi dan misi dengan menarik perkembangan-perkembangan dan mengadopsi konsep tim Soekarwo dalam mengawal kesinambungan pembangunan Jatim ke depan.

“Visi dan misi kami merupakan penggabungan pengalaman, visi seorang teknokrat yang ada pada Soekarwo, dengan Khofifah yang sama-sama mempunyai konsep memberdayakan masyarakat karena berpengalaman sebagai Menteri Sosial dan pimpinan Muslimat NU,” jelas Emil.

Sedangkan dia (Khofifah), kata Emil, memiliki latar belakang benang merah yang cukup kuat seperti Pakde Karwo karena lama membantu di kementerian bidang pembangunan ekonomi.

“Kita sama mungkin dianggap sebagai presentasi birokrat atau teknokrat yang punya visi bagaimana memajukan ekonomi Jatim,” jelas Cawagub yang pandai bernyanyi jazz ini.

Ditambahkan, kebijakan afirmatif Pakde Karwo sebagai contoh 55 persen produk domestic regional bruto Jatim dari sektor UMKM. Tapi kredit yang mengucur ke sektor petani hanya 3 persen padahal sektor tersebut menguasai 33 persen mata pencaharian masyarakat Jatim sehingga dibikinlah loan agreement untuk mempermudah masyarakat kecil mendapatkan kredit perbankan dengan bunga rendah.

“Kita akan melanjutkan kebijakan Jatimnomic Pakde Karwo dan menyempurnakan dengan pengalaman yang dimiliki Bu Khofifah,” pungkas Emil Elistianto Dardak. (ud)

Tinggalkan Balasan