SAMBUTAN : Direktur Corporate Affairs PT Japfa Rachmat Indrajaya memberikan sambutan saat buka bersama di hotel Shalimar (duta.co/dedik ahmad)

MALANG | duta.co -Sebagai perusahaan besar yang bergerak dalam bidang agribisnis, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk punya andil besar dalam peningkatan asupan gizi masyarakat. Tidak hanya memproduksi protein hewani, namun perusahaan ini juga akan mengedukasi tidak kurang dari 1.500 anak di Malang tentang makanan bergizi dan menggulirkan Japfa for Kids Award 2020 nanti.

Berawal dari perusahaan pakan ternak, kemudian berkembang pesat menjadi industri agribisbis terintegrasi yang terkemuka di bidang pangan berprotein. Layak jika perusahaan ini sangat peduli terhadap asupan gizi anak Indonesia.

“Untuk itu sejak tahun 2008 kami telah mengedukasi lebih dari 1.500 anak, dari 10 sekolah di kawasan pelosok. Program ini akan terus dikembangkan. Termasuk di dalamnya Japfa for Kids Award,” ungkap Direktur Corporate Affairs PT Japfa, Rachmat Indrajaya.

Statemen tersebut disampaikan Rachmat Indrajaya saat memberikan sambutan di acara silaturahmi dan buka bersama dengan insan media se Malang Raya di hotel Shalimar, Rabu (15/05/2019).

Lebih jauh ia menjelaskan bahwa perusahaan berkembang pesat ke berbagai sektor terutama dalam bidang Perunggasan atau Poultry, Sapi Potong atau Beef Cattle, dan budidaya perairan atau aquaculture. Berbagai bidang tersebut kini telah tersebar di 16 Propinsi, dengan jumlah karyawan yang telah mencapai 25 ribu pegawai.

Direktur Corporate Affairs ini juga menyampaikan, dalam bisnisnya JAPFA selalu mementingkan dunia pendidikan. Kepedulian sosial diwujudkan dengan program JAPFA for Kids. Pada 2019 ini, program akan menyasar 10 sekolah dasar dan sekitar 1.500 anak di Malang. Dimana akan diberikan edukasi mengenai makanan bergizi, serta diberikan pula pengetahuan tata kelolah sekolah yang baik dan benar.

“Tidak berhenti disitu, kami juga memberikan pemeriksaan kesehatan cuma-cuma bagi anak-anak, yang kemudian juga dilakukan pendampingan dan monitor program selama 9 bulan lamanya. Serta, kami pun bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dan Departemen terkait,” paparnya.

Masih dengan Rachmat Indrajaya yang menyampaikan pula, selain concern terhadap dunia pendidikan dan layanan kesehatan, JAPFA juga sangat peduli pada lingkungan atau environment.

“Kami mencoba membuat hutan mangrove yang bekerjasa dengan Dinas Lingkungan Hidup di Lampung. Juga upaya restoking anakan ikan, dan membuat trek area mengelilingi hutan mangrove,” ungkapnya. (dah)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.