PT Superior Prima Sukses dengan merek bata ringan Blesscon, meresmikan pabrik ketiganya di Sragen, Jawa Tengah. Pabrik seluas 10,5 hektar ini diresmikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Rabu (30/3), di Sragen, Jawa Tengah. Hadir Bupati Sragen dr. Hj. Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan anggota DPR RI Drs. H. Bambang Dwi Hartono, M.Pd. (dok/duta.co)

SRAGEN | duta.co – Menandai satu dekade di industri konstruksi Indonesia, PT Superior Prima Sukses dengan merek bata ringan Blesscon, meresmikan pabrik ketiganya di Sragen, Jawa Tengah. Pabrik seluas 10,5 hektar ini diresmikan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Rabu (30/3), di Sragen, Jawa Tengah. Hadir pula dalam persemian, Bupati Sragen dr. Hj. Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan anggota DPR RI Drs. H. Bambang Dwi Hartono, M.Pd.

Ganjar mengatakan berdirinya Blesscon di Jawa Tengah turut menggairahkan semangat investasi ke Jawa Tengah serta mendorong roda ekonomi berputar. Sebab, dia mengakui bahwa Jawa Tengah juga babak belur selama dua tahun.

 “Setelah menjadi besar, bagaimana itu dapat memberi manfaat pada rakyat,” pesannya. Kekuatan bangsa Indonesia terletak pada culture gotong royong, saat pandemi masyarakat saling bantu dengan jogo tonggo, jogo santri, jogo kiai sampai jogo pabrik.

Senada diungkap Bupati Sragen yang akrab disapa dengan bu Yuni, “semakin banyak investasi, semakin banyak manfaat untuk masyarakat sragen,”. Di berpesan untuk terus bersinergi membawa Sragen keluar dari zona merah, angka kemiskinan bisa lebih rendah dari rata-rata Jawa Tengah. Dirinya juga menyinggung Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Sragen.

Dermawan Suparsono, CEO SPS Corporate & SMB Grup, yang merupakan induk PT Superior Prima Sukses (Blesscon) menyanggupinya, sebab nama Blesscon sendiri sejatinya dari kata Bless yang artinya Berkat.

“Supaya Blesscon juga menjadi berkat untuk masyarakat dan lingkungan,” kata Dermawan dalam sambutan. Dia juga mengajak tamu undangan yang hadir, yang sebagian besar pengusaha Jatim untuk berinvestasi di Jawa Tengah karena merasakan betul terakomodasinya investasi di sini.

Pembukaan pabrik Sragen ini juga kian menegaskan posisi Blesscon sebagai produsen bata ringan dengan kapasitas produksi terbesar di Indonesia.

“Gabungan kapasitas produksi ketiga pabrik bata ringan Blesscon mencapai 2,7 juta m3 per tahun. Market share Blesscon untuk Jawa Tengah dan Jawa Timur totalnya mencapai 32%, untuk Indonesia 15%” jelas Dermawan. Angka tersebut merupakan market terbesar di industri bata ringan se-Indonesia.

Pabrik bata ringan Blesscon yang pertama dibangun di Mojokerto, kemudian tumbuh pesat hingga pembangunan pabrik kedua di Lamongan, Jawa Timur. Sragen dipilih sebagai lokasi pabrik ketiga sekaligus yang terbesar bukan tanpa alasan.

“Sragen ini kota yang sangat strategis. Dekat dengan bahan baku, dekat dengan pasar (bata ringan.red),” ungkap Billy Law, president director Blesscon.

Blesscon yang telah tersertifikasi Green Label Indonesia memastikan bahan bakunya berasal dari tambang yang tidak merusak lingkungan. Di Jawa Tengah, letaknya tak jauh dari Sragen. Pasir dan Kapur didatangkan dari Blora, sedangkan semen didapat dari Rembang. Di Jawa Tengah bagian selatan juga belum ada pabrik bata ringan besar, sehingga Blesscon dapat memasok kebutuhan di Jawa Tengah dan perbatasan Jawa Timur seperti Madiun Raya.

Jarak yang lebih dekat otomatis memangkas biaya distribusi sehingga harga bata ringan di wilayah perbatasan dan Jawa tengah selatan kini jadi lebih kompetitif. Harganya kini bisa 10-15% lebih murah. Dengan kapasitas yang besar, Blesscon berharap bisa mendukung pembangunan MBR di Jateng. ”Kapasitas produksi Blesscon dalam sebulan di Sragen setara dengan 14 ribu rumah subsidi,” ujar Billy.

Pabrik Blesscon di Sragen tetap dibangun pada saat pandemi memukul hampir semua sektor ekonomi. Banyak manufaktur tutup dan mengurangi karyawan, Blesscon justru membuka pabrik baru dan merekrut tenaga kerja sejak beroperasi 2021 lalu.

Sambungmacan yang memang dikembangkan Kabupaten Sragen sebagai kawasan industri dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) mulai terlihat sibuk. Apalagi, terdapat Exit Tol Mantingan di Sambungmacan, Sragen, yang mendukung distribusi produksi dari kawasan industri tersebut. Tak heran, selama satu tahun, perekonomian Sragen Timur tumbuh. Minimarket modern, SPBU,  warung-warung, dan indekos bermunculan*.

Di sektor pembangunan, adanya pabrik bata ringan skala besar di Sragen dapat menekan biaya distribusi sehingga end user dan developer bisa mendapatkan bata ringan dengan harga kompetitif dengan cepat. Bila dirunut lebih jauh ke level provinsi, hal ini sejalan dengan pertumbuhan perekonomian Jawa Tengah yang menggembirakan.

Selama satu dekade, PT Superior Prima Sukses tak henti mengembangkan bata ringan Blesscon menjadi produk bata berkualitas dengan layanan terbaik pada konsumen. Selain quality control yang ketat, Blesscon juga memakai standarisasi professional yang diakui. “Blesscon merupakan bata ringan pertama dan saat ini menjadi satu-satunya yang mendapat sertifikat Green Label dan juga Standar Nasional Indonesia (SNI),” ungkap Billy.

Green Label adalah sertifikasi yang mengaudit bahan baku dan proses produksi dijalankan dengan bertanggung jawab terhadap keberlanjutan alam. Dengan kata lain, Blesscon diakui ramah lingkungan. Standarisasi lain adalah SNI yang memberikan jaminan mutu pada pelanggan akan bata ringan Blesscon. Sebagai yang pertama, Blesscon menjadi pelopor untuk menciptakan iklim industri material yang berkelanjutan. Juga melindungi konsumen dengan jaminan mutu SNI.  Imm

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry