
SURABAYA | duta.co – Persaingan bisnis travel umroh, kian ketat. Indonesia, hari ini memasuki fase kompetisi tinggi. Jumlah penyelenggara perjalanan ibadah umroh (PPIU) terus bertambah dari tahun ke tahun. Sampai-sampai, pemerintah sekarang tidak (lagi) mengeluarkan izin baru. Bahkan melalui undang-undang UU Nomor 14 Tahun 2025 tentang Perubahan Ketiga atas UU Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, tamu Allah itu boleh berangkat secara mandiri.
Travel & Umroh ‘Nur Alesha’ menggunakan izin lama. “Karena itu, yang membedakan ‘Nur Alesha’ dengan yang lain, adalah orientasinya. Bahwa yang kita layani tamu Allah SWT. Maka, ‘Nur Alesha’ tidak boleh hanya sibuk mengejak untung alias berorientasi bisnis. Kita tata niat demi ibadah. Soal ujroh (upah) itu urusan Allah SWT.,” demikian disampaikan H Yusuf Hidayat (Gus Yusuf), salah satu petugas Travel & Umroh ‘Nur Alesha’ kepada duta.co, Kamis (4/12/25).
Pimpinan ‘Nur Alesha’ Jawa Timur, Hj Luluk Asfiyah MPd mengatakan, bahwa, ‘Nur Alesha’ tidak melihat Travel lain sebagai persaingan. Kalau pun bersaing itu semata-mata ingin memberikan yang terbaik kepada tamu-tamu Allah SWT. “Karena itu, ‘Nur Alesha’ menekankan konsep terpadu. Umroh menjadi ‘miqot’ awal. Sektor lain bisa dikerjakan seperti kuliner, UMKM, media support termasuk EO (event organizer). Kita akan berikan yang terbaik kepada seluruh anak bangsa ini,” tegasnya.
Menurut Hj Luluk, ia sangat setuju dengan arahan Bu Hj Ninik selaku owner ‘Nur Alesha’, bahwa, berbuat baik, itu tidak harus masuk dalam pemerintahan. Dengan keberadaan ‘Nur Alesha’ kita bisa memberikan yang terbaik dari segala sektor untuk anak bangsa. “Apalagi di sini juga ada Museum Nahdlaul Ulama (NU), yang bisa memberikan support pendidikan kepada anak-anak kita tentang kebangsaan dan moderasi beragama. Wisata riligi ini juga perlu ditata sebaik mungkin,” tegasnya.
Ditanya tentang berapa biaya (tarif) umroh di ‘Nur Alesha’? Hj Luluk belum memberikan rate price, karena masih dilakukan inovasi-inovasi terkini sebagaimana disampaikan owner. “Kita lakukan rapat dulu, setelah itu kita baru tahu apa kira-kira yang dibutuhkan jamaah. Karena ‘Nur Alesha’ lebih mementingkan amanah, kenyamanan dan keamanan jamaah,” pungkasnya dalam acara pembukaan di Kantor ‘Nur Alesha’, di Jl Gayungsari Timur 35 Surabaya yang dihadiri tokoh-tokoh agama dan pebesnis Jawa Timur. (mky)





































