Jangan Sentuh Wasit, Pesan Mantan Wasit FIFA Kepada Coach Budi Jo

1190
DENDA : Mantan Anggota Komisi Wasit, Purwanto saat bertemu Coach Persik Kediri, Budiarjo Thalib (Nanang Priyo/duta.co)

KEDIRI|duta.co, Usai laga uji coba Persik Kediri menjamu tim Anjuk Ladang Nganjuk, terlihat obrolan serius Coach Persik Budiarjo Thalib dengan mantan anggota Komisi Wasit, Purwanto di pintu keluar Stadion Brawijaya. Pasca pengunduran diri sosok mantan Wasit FIFA dari jabatannya, sejumlah kejadian di atas rumput hijau cukup mewarnai sepak bola tanah air.

Berdasarkan hasil keputusan Komisi Disiplin beragam sanksi kini harus diterima tim Persik Kediri, selain denda dan dua pemainnya, Ibrahim Sanjaya dan Moch. Edo Ferdiansyah, harus absen masing-masing dua kali pertandingan atas kartu merah yang diterimanya saat dijamu Madura FC.

Selain itu, denda sebesar Rp. 125 juta harus dibayar dan lebih ironisnya pelatih kepala Persik Kediri kini sedang moncer, Budi Jo harus menepi duduk di luar lapangan saat timnya bertanding. “Saya mau protes bagaimana? Saya akan terima semua keputusan ini,” ujarnya, saat ditemui usai laga uji coba.

Mantan Wasit FIFA : Jangan Pernah Sentuh Wasit

FAIR : Aksi protes saat Persik dijamu Madura FC pada 3 Agustus lalu (Nanang Priyo/duta.co)

Saran jitu pun disampaikan Mas Ipung, sapaan akrab Purwanto kepada Coach Budi Jo saat pertemuan tersebut. “Jangan pernah sentuh wasit, apalagi hingga ada pemukulan. Saya lihat tayangan siaran langsung juga miris atas kepimpinan wasit harusnya bisa bertindak tegas. Mereka memiliki kekuasan penuh saat di lapangan dan jangan pernah mengajukan protes dalam bentuk apapun,” ujarnya.

Mas Ipung pun mengaku tidak habis pikir dengan ulah sejumlah oknum wasit dianggap tidak netral saat memimpin pertandingan. Sejumlah pertandingan yang dilihatnya, seharusnya pemain diberi ganjaran kartu karena jelas terlihat melakukan pelanggaran.

“Menjadikan saya tidak habis pikir, bagaimana nasib sepak bola Indonesia. Jika kemudian saat siaran langsung dan siapapun bisa melihat, berjalan tidak fair. Apakah ini sama juga mencoreng dunia sepak bola, lalu bagaimana nasib generasi muda kita yang berkiprah dalam sepak bola,” tegasnya.

Adapun rincian denda harus dibayarkan Persik Kediri, saat menjamur Persewar pada 17 Juli, dimana terjadi pelemparan botol ke lapangan sebesar Rp. 50 juta. Kemudian pihak Panpel Persik dianggap tidak mampu memberikan jaminan rasa nyaman dan aman kepada tim tamu, diganjar Rp. 25 Juta. Denda berikutnya saat sejumlah pemain melakukan aksi protes kepada wasit saat dijamu Madura FC pada 3 Agustus lalu, diganjar Rp. 50 juta. (nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry