SURABAYA | duta.co – Melarutkan susu yang akan dikonsumsi bayi dan balita tidak boleh menggunakan air sembarangan.

Karena akan mengakibatkan bayi jatuh sakit, salah satunya adalah diare.

Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dr Fery Rahman, MKM mengatakan merujuk pada data  WHO 2003 menggunakan air sembarangan untuk melarutkan susu bayi itu cukup berisiko.

Karena bisa jadi air yang digunakan sudah terkontaminasi agen mikroba. “Agen mikroba itu salah satu penyebab utama diare,” ujar dr Fery Sabtu (21/9).

Data WHO 2003 itu berisi tentang feeding and nutrition of infants and young children. Guidelines for the WHO European Region, WHO Regional Publications, European Series, No. 87.

Karena itu, kata dr Fery, para orang tua harus menggunakan air yang baik dan sehat untuk dikonsumsi anak terutama untuk melarutkan susu dan makanan pendamping ASI.

Merujuk pada panduan WHO 2005 tentang mengenai nutrisi dalam air minum menyatakan kandungan mineral dari air mineral yang digunakan untuk melarutkan susu atau makanan pendamping ASI, secara signifikan dapat mengubah dan menambahkan kandungan mineral pada susu atau makanan pendamping ASI. “Jadi memang harus air yang baik,” tandasnya.

Tidak hanya itu, data Nielsen dari survei Brand Health Tracking mengenai Formula Bayi dan Formula Lanjutan (IFFO) 2015 lalu, 46% respondennya menyatakan kebutuhan mereka akan air khusus untuk melarutkan susu atau makanan pendamping ASI.

Dari jumlah itu 65% di antaranya menyatakan bahwa bayi memerlukan air minum yang lebih natural dan alami.

Alasan lain adalah karena pencernaan bayi masih lemah (32%) dan air minum memiliki peran penting untuk membantu tumbuh kembang bayi (30%).

Tumbuh kembang yang optimal diperlukan selama periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK).

Head of Medical Kalbe Nutritionals, dr Muliaman Mansyur,  menjelaskan, saat ini untuk melarutkan susu atau makanan pendamping ASI, baiknya menggunakan air demineral atau bebas mineral.

Air demineral ini  tidak akan mengubah kemurnian nutrisi yang terkandung dalam kandungan susu atau makanan pendamping ASI.

Sedangkan melarutkan susu atau makanan pendamping ASI dengan air mineral, berpotensi meningkatkan kandungan mineralnya sehingga komposisi nutrisinya menjadi tidak sama lagi atau berubah.

“Dalam konteks air minum sehari-hari, air demineral atau bebas mineral sangat aman karena berbagai kandungan mineral yang dibutuhkan tubuh, juga dapat kita peroleh dari makanan yang kita konsumsi,” tuturnya.

Kalbe Nutritionals sendiri kini memiliki produk baru khusus yang bisa digunakan untuk melarutkan susu atau makanan pendamping ASI.

“Morinaga Heiko+ Water yang merupakan inovasi terbaru dari Kalbe Nutritionals dan Morinaga Research Center Jepang yang telah berpengalaman mendukung nutrisi dan kesehatan keluarga selama lebih dari 100 tahun,” jelasnya.

Morinaga Heiko+ Water adalah air murni yang bebas mineral dan bakteri, steril dan higienis diproses melalui 8 tahapan proses untuk menghasilkan kualitas air murni terbaik.

Produk ini juga telah memenuhi standard BPOM, SNI dan memiliki sertifikat halal LPPOM MUI. end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry