Kiai Imron Rosyadi, Pengasuh PP Al-Mimbar, Sambong, Jombang. (FT/IST)

JOMBANG | duta.co – “Parah rah! NU sekarang sudah tidak lagi memegang nilai-nilai Aswaja. Organisasi  yang seharusnya netral diseret ke gelanggang politik praktis. Sudah begitu menghalalkan segala cara,” demikian disampaikan KH Imron Rosyadi, Pengasuh PP Al-Mimbar, Sambong, Jombang, Jawa Timur kepada duta.co,  Senin (4/2/2019).

Pagi ini, ada oknum PBNU yang sibuk menviral tulisan bertajuk ‘RIWAYAT PENDEK PENGHANCURAN NU: MENGAPA SEKARANG PERLU BERPIHAK’. Tulisan itu menggiring nahdliyin untuk berpihak kepada Jokowi-Ma’ruf. Penulisnya tidak berani menyebut nama, tetapi menggunakan (Opini Pribadi) oleh : Suara Nahdiyin.

Tulisan tersebut membangga-banggakan pernyataan Kiai Said Aqil Siroj. Kalimat awalnya sangat provokatif. “JUJUR saya senang meihat orang-orang kelojotan atas pernyataan Prof Dr KH Said Aqil Siroj. Warga NU yang “agak” normatif mungkin mengerutkan dahi merasa bahwa pernyataan “menguasai masjid-masjid, KUA- KUA dan lainnya” tidak elok untuk didengar ormas lain,” demikian awalnya.

Mudah ditebak, selanjutnya mengarahkan dukungan untuk Jokowi-Ma’ruf. Menjatuhkan Prabowo-Sandi dengan melabeli khilafah dan wahabi. “Warga NU disuruh memuji Jokowi yang membubarakan HTI. Lalu disuruh marah kepada wahabi yang tidak jelas keberadaannya. Parah rah!” jelas Kiai Rosyad panggilan akrabnya.

Sudah begitu warga NU dipaksa untuk membenci Felix Siauw. Alasannya sangat kekanak-kanakan. Bunyinya begini: “Anda bayangkan, seorang Felix siau yang tidak pernah diuji secara ilmiah dan akademis pengetahuannya tentang Timur Tengah mengklaim sebagai orang yang paling tahu tentang Turki Utsmani cukup dengan membuat NOVEL tentang ‘Muhammad Al-Fatih’(dan liburan ke Turki beberapa kali)–mempermalukan puluhan lulusan Jurusan Timur Tengah dalam negeri yang bertahun-tahun berdarah-darah membuat skripsi-thesis-disertasi. Jangan bandingkan dengan Disertasi Kyai Said yang dipuji Gusdur karena memakai 1000 referensi teruji.”

Ini lucu dan kekanak-kanakan. Mengapa puluhan lulusan Timur Tengah yang merasa berdarah-darah harus malu dengan Felix Siauw, apalagi sampai membandingkan ‘Disertasi Kyai Said yang dipuji Gusdur karena memakai 1000 referensi teruji’.

“Ini sudah rusak semua. Meninggalkan Aswaja berganti model Syiah. Pembubaran HTI oleh Jokowi dianggap prestasi. Padahal HTI itu kecil, makanya jangan mau dibujuki Syiah,” tambah Kiai Rosyad sambil menunjukkan jari kelingkingnya. (muh)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.