Prikolog, Prof Yusti Probowati (kiri) saat memberikan paparan kepada para orang tua secara virtual dalam ajang parenting yang digelar SMA Muhammadiyah 2 Surabaya. DUTA/ist

SURABAYA | duta.co – Orang tua diharapkan tidak terlalu memaksakan kehendak kepada anaknya. Terutama dalam hal memilih jurusan di sekolah menengah atas (SMA) dan di perguruan tinggi.

Karena orang tua yang memaksakan keinginan pada anak untuk pendidikan, justru akan berdampak buruk pada anak itu sendiri. Dan kemungkinan akan menggagalkan semua cita-cita keduanya.
Prikolog, Prof Yusti Probowati mangatakan peran orang tua dalam hal pendidikan anak, terutama di jenjang SMA dan perguruan tinggi, hanya bertugas untuk mengarahkan.

“Tidak untuk menentukan. Karena anak itu memiliki potensinya masing-masing dari Alloh swt, orang tua hanya mengarahkan,” ujarnya dalam acara parenting yang digelar SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya secara virtual, Sabtu (17/4/2021).

Dikatakan Prof Yusti, mengajak anak diskusi untuk menentukan pendidikan anak ke depan sangatlah penting dilakukan. Karena dengan begitu, anak akan merasa dilibatkan untuk menentukan pendidikan lebih lanjut yang sesuai dengan minat dan bakatnya.

“Anak itu sampai kapan pun akan sangat bergantung pada orang tuanya. Tapi, semakin anak tumbuh besar, tingkat ketergantungnnya akan semakin berkurang. Sehingga orang tua penting untuk selalu mengajak bicara anak dalam menentukan apapun termasuk pendidikannya,” jelasnya.

Yang terpenting saat berdikusi, kata Prof Yusti, orang tua tidak boleh memasukkan ego pada anak. Karena keinginan orang tua belum tentu sesuai dengan potensi yang dimiliki anak. “Setiap anak punya potensinya masing-masing dan tugas orang tua untuk menggali potensi itu,” tukasnya.

Kepala Smamda Surabaya, Astajab mengungkapkan pihaknya selalu menggelar acara parenting bagi para orang tua yang memiliki anak di bangku SMP agar tidak salah memilihkan sekolah bagi anaknya ketika di SMA. “Membuka pikiran orang tua agar orang tua bisa mendampingi anak untuk memilih pendidikan lebih lanjut yang baik dan benar serta cocok bagi anak,” tukasnya.

Astajab berharap para orang tua bisa memilih Smamda Surabaya sebagai sekolah yang dipilih orang tua untuk anak-anaknya. Karena Smamda Surabaya tidak hanya fokus pada pendidikan akademik tapi pembentukan karakter anak. Bahkan, Smamda Surabaya menyediakan 52 ekstra kurikuler bagi siswa. Tujuannya untuk mengakomodir minat dan bakat siswa sehingga nantinya bisa bermanfaat terutama saat menempuh pendidikan di universitas.

“Dengan begitu, anak bisa menentukan mau kuliah di mana. Karena kuliah kalau sesuai bakat dan minat akan lebih sukses dibandingkan yang dipaksa. Semoga anak-anak Smamda bisa sukses ke depannya,” tuturnya. end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry