GRESIK | duta.co – Ulama kharismatik asal Pekalongan Jawa Tengah,  Habib Lutfi bin Ali Bin Yahya hadir dalam Rangka Tahlil Qubro dan Tausiyah kebangsaan. Kehadirannya di Makam Sunan Prapen Desa Klangonan Kebomas Gresik disambut oleh ribuan jamaah yang sejak pagi sudah memadati area makam cucu Sunan Giri pada Senin (4/3/2019).

Tahlil Qubro dan Tausiyah Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Jamaah Sarkub Community Prapen yang dihadiri Habib Lutfi seakan menjadi magnet pemersatu bangsa dikala situasi dan kondisi bangsa yang carut-marut, akibat banyaknya berita hoax dan ujaran kebencian yang banyak bertebaran di tengah-tengah masyarakat.

Gus Munhamir selaku ketua panitia menuturkan acara ini merupakan ikhtiyar memohon ridho Allah, supaya bangsa dan negara benar – benar diberikan kemakmuran dan kedamaian, seiring dengan sejarah Mbah Sunan Prapen.

Dalam Tausiyah Kebangsaan,  Habib Lutfi mengajak warga Gresik untuk selalu bermunajat pada Allah supaya pemilu 2019 nanti berjalan aman, damai dan demokratis. Dia ngingetin bahwa kabar hoax juga merupakan masalah yang harus dihindari bersama.

Dia mengajak warga masyarakat untuk bersama-sama menjaga persatuan. “Kejadian di sejumlah negara Timur Tengah yang larut dalam perang saudara harus jadi cermin dan pelajaran. Jangan sampai hal itu terjadi di bumi Indonesia ini,” pinta Habib Lutfi.

Tidak lupa Habib Lutfi juga mengajak seluruh peserta Tahlil Qubro dan Tausiyah Kebangsaan supaya tidak melupakan sejarah. Terutama bagi yang masih muda. Beliau juga mengimbau pada jamaah yang hadir agar bisa saling menghargai.  “Hargai diri kita sendiri sebelum menghargai orang. Kalau kita belum bisa menghargai diri sendiri bagaimana akan menghargai orang lain,” tuturnya.

Maka dalam hal sejarah dan saling menghargai itu, Habib Lutfi mengingatkan jamaah bahwa semua harus menghormati dan melanjutkan perjuangan para ulama terdahulu. Yaitu para ulama yang telah gugur dalam upaya memerdekakan Indonesia. Sehingga para ulama tidak kecewa kepada penerus bangsa yang tidak mampu melaksanakan cita-cita bangsa. (ud)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.