Keterangan foto teropongsenayan.com

JAKARTA | duta.co – Manusia mana yang bisa diam melihat 554 petugas Pemilu 2019 meninggal, dan 3.788 orang tergeletak sakit? Mungkinkah dijawab dengan kelelahan? Inilah yang memantik sejumlah dokter untuk bergerak menuju rumah korban.

Belum terdengar kepedulian yang lain, kini Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Haris Pertama mengimbau kepada seluruh Pengurus KNPI Se-Indonesia dan Masyarakat Indonesia untuk memasang bendera setengah tiang untuk mengenang 500 lebih petugas KPPS yang meninggal di pileg dan pilpres 2019.

“Saya imbau untuk memasang bendera setengah tiang sebagai bentuk duka nasional atas meninggalnya Petugas KPPS yang mencapai 500 lebih,” Kata Haris dalam keterangannya yang diterima redaksi, Jumat (10/5/2019).

Haris mengatakan, pemasangan bendera dimulai dari besok sampai tanggal 22 Mei 2019. Berlaku wajib untuk seluruh Pengurus DPP KNPI, Pengurus DPD KNPI Provinsi, DPD KNPI Kabupaten/Kota diseluruh Indonesia.

“Ini bentuk duka nasional atas meninggalnya Petugas KPPS. Dan KNPI menobatkan mereka sebagai pahlawan demokrasi. Dan dalam waktu dekat akan mengunjungi keluarga korban,” Ujarnya.

Haris menilai banyaknya petugas KPPS yang meninggal dalam pemilu kali ini harus ada evaluasi menyeluruh jika diperlukan harus ada tim investigasi atas meninggalnya Petugas KPPS.

“Harus ada evaluasi, jika perlu direvisi pemilu serentak ini. Ini harus menjadi pembelajaran serius bagi penyelenggara pemilu,” Ungkapnya.

Diketahui, sedikitnya 554 petugas penyelenggara pemilu meninggal dunia selama gelaran Pemilu 2019, ditambah 3.788 anggota KPPS yang sakit. Jumlah tersebut terdiri atas anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), Panwaslu, dan Polri. Informasi itu dinyatakan oleh KPU pada Sabtu lalu (4/5). (rmol)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.