SENAM JANTUNG SEHAT: Sejumlah peserta seminar saat melakukan senam B-FIT dalam rangka "Gerakan Jantung Sehat" bersama Nutrive Benecol produksi Kalbe Nutritional di Surabaya, Minggu (06/08), kemarin. (duta.co/wiwik)

SURABAYA | duta.co – Orang tua jangan bangga dengan anak gendut, montok dan besar dari usia sebanyanya. Orang tua justru harus waspada karena obesitas menjadi pintu utama terkena kolesterol, apalagi bila tidak segera mengubah pola makan dan olahraga teratur. Pencegahan kolesterol tinggi harus dimulai sejak sedini mungkin, jangan menunggu usia remaja, dewasa bahkan usia lanjut.

dr Agus Subagyo SpJp, Ketua Komunikasi, Informasi dan Edukasi yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Utama Jawa Timur spesialis jantung dan pembuluh darah RSUD Dr Soetomo Surabaya mengatakan bahwa penyakit jantung koroner sangat terkait dengan kolesterol  yang diakibatkan pola makan tidak serimbang.

“Pola makan tidak berimbang, terlalu banyak makan lemak, kurang sayur dan buah diperparah dengan minimnya gerak menjadi faktor utama diabetes, hipertensi. Dua faktor tersebut ditambah merokok menjadi pencetus utama terjadinya serangan jantung koroner,” jelasnya di sela kampanye Gerakan Jantung Sehat-Indonesia Tangkal Kolesterol bersama Kalbe Nutritional lewat produknya Nutrive Bencol di Surabaya kemarin.

dr Agus Subagyo, SpJp menambahkan ada tiga jusru menangkal jantung koroner yakni Pola Makan, Pola Pikir dan Pola Gerak. Pola makan dengan mengatur pola makan sehat dan berimbang  sesuai kebutuhan tubuh bukan keinginan karena suka dengan makanan tertentu. Mengubah pola makan tidak mudah, namun dengan edukasi dan kampanye yang dilakukan, diharapkan masyarakat peduli dengan kesehatannya.

“Pola pikir juga memegang peran penting, bagaimana mengelola stres agar tidak berdampak serius pada kesehatan. Setiap orang pasti ada masalah, hadapilah masalah dengan wajar dan hindari rokok sebagai pelampiasan kala stres,” jelas dr Agus.

Dan yang terakhir, jelas dr Agus, yakni pola gerak. Kecanggihan teknologi saat ini membuat masyarakat minim gerak karena semua bisa dilakukan di handphone. Malas gerak ini justru membuat badan mudah obesitas dan kalau sudah demikian bakal memicu banyak penyakit degenerative seperti jantung koroner, stroke dan lain-lain.

CHEK KOLESTEROL: Antrean peserta dan wartawan chek kolesterol yang digelar guna mengetahui seberapa besar data kolesterol yang dimiliki agar dapat mengantisipasi dan mengubah pola makan dan pola hidup yang benar. (duta.co/wiwik)

Jantung Penyebab Kematian Tertinggi

Data Survey Sample Registration System (SRS) tahun 204 di Indonesia penyakit jantung menjadi penyebab kematian tertinggi.  Sekitar 12,9% kematian di Indonesia diakibatkan penyakit jantung dan pembuluh darah  dan hal ini berpotensi terus meningkat setiap tahunnya.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular , Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, dr Lily Sriwahyun Sulistyowati MM mengatakan kementerian Kesehatan mengimbau seluruh komponen pemerintah, swasta maupun masyarakat  ikut berpatisipasi mendukung pencegahan dan pengendalian faktor risiko penyakit jantung koroner.

“Sehigga angka kematian dan kecacatan karena penyakit jantung koroner dapat diturunkan. Kalau dulu kena jantung normanlnya  di atas usia 40 tahun, kini usia di bawah 30 tahun sudah ada yang terkena serangan jantung,” jelasnya.

dr Lily mengatakan penyebab utama meningkatnya jantung koroner gaya hidup modern yang minim aktivitas dan gerakan fisik. Mulai dari duduk sepanjang hari di balik meja kerja atau meja usaha hingga memanfaatkan jasa asisten rumah tangga atau online untuk segala sesuatu. Malas bergerak adalah kebiasaan yang perlu diubah karena dampak risiko dari gaya hidup akan mulai terasa setelah bertahun-tahun.

“Hidup sehat yakni gaya hidup yang aktif dan rutin berolahraga,menerapkan pola makan seimbang rendah lemak jenuh dan kolesterol serta  kebiasaan sehat tanpa rokok dan minuman berakohol. Hal ini efektif bantu mencegah risiko penyakit jantung yakni diabetes mellitus, hipertensi dan kolesterol tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, Senior Brand Manager Nutrive Benecol Donny, Bambang mengatakan, Kalbe Nutritional memiliki portfolio yang mengandung Plant Stanol Ester (PSE) melalui brandnya Nutrive Benecol yang telah diakui dapat membantu menurunkan kolesterol dan risiko penyakit jantung koroner di dunia.

“PSE merupakan bahan aktif yang mampu memberikanmanfaat kesehatan dan menurunkan kolesterol hingga 10%-17% jika dikonsumsi rutin selama 2-3 minggu,” jelasnya.

PENURUN KOLESTEROL: Donny Bambang Iryanto selaku Senior Brand Manager Nutrive Benecol dengan produk Nutrive Benecol yang mampu turunkan kolesterol 10-17% dalam dua minggu (duta.co/wiwik)

Indonesia Tangkal Kolesterol Bersama Nutrive Benecol

Kalbe Nutritionals memiliki portfolio pangan fungsional yang mengandung Plant Stanol Ester (PSE), melalui brandnya Nutrive Benecol yang telah diakui dapat membantu menurunkan kolesterol dan risiko penyakit jantung koroner di dunia. Plant Stanol Ester merupakan bahan aktif yang mampu memberikan manfaat kesehatan. Dalam hal ini, telah teruji di lebih dari 70 uji klinis dengan latar konsumen berbeda mampu menurunkan kolesterol hingga 10%-17% jika dikonsumsi rutin selama 2-3 minggu.

Plant Stanol Ester adalah senyawa dari tumbuhan yang menyerupai kolesterol sehingga mampu menggantikan kolesterol dalam proses penyerapan di usus. Kesamaan bentuk molekul antara Plant Stanol Ester dan kolesterol, menjadikan proses penyerapan kolesterol oleh usus tergantikan. Artinya, proses penyerapan kolesterol akan berkurang, karena tergantikan oleh Plant Stanol Ester.

“Di Tahun 2017 ini, kembali bersama dengan Kementerian Kesehatan RI, Yayasan Jantung Indonesia dan KlikDokter.com, Kalbe Nutritionals ingin meneruskan kesuksesan momentum di tahun 2016 untuk menjadi yang terdepan dalam inovasi penurunan kolesterol, risiko stroke dan jantung koroner masyarakat Indonesia, lewat rangkaian program Indonesia Tangkal Kolesterol Bersama Nutrive Benecol dengan tema 2017 yaitu GERAKAN JANTUNG SEHAT yang diadakan di 5 kota besar di Indonesia selama bulan Juli sampai dengan bulan Oktober.

Program Indonesia Tangkal Kolesterol 2017 sejalan dengan visi dan misi Kalbe Nutritionals yaitu membantu meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia menuju kehidupan yang lebih baik. Dalam hal ini, melalui rangkaian edukasi dan inovasi produk untuk meminimalisir penderita kolesterol dan jantung koroner di Indonesia,” jelas Diny Elvirani selaku Group Business Unit Special Needs and Healthy Lifestyle, Kalbe Nutritionals.

“Salah satu seminar Gerakan JantungSehat: Indonesia Tangkal Kolesterol Bersama Nutrive Benecol yang dilangsungkan, adalah pada hari Minggu, 6 Agustus 2017 di Dyandra Convention Center, Surabaya dengan rangkaian edukasi Gerakan Jantung Sehat, berupa pengenalan pola piker rendah kolesterol dan rendah risiko penyakit jantung, demo mengenal pola makan dan porsi makan sehat, demo pola gerak sehat praktis sebagai solusi hidup sedentari, serta program deteksi dini kolesterol tinggi dan risiko penyakit jantung koroner,” ungkap Donny Bambang Iryanto selaku Senior Brand Manager Nutrive Benecol.

Harapannya jelas Donny dengan mengenali pola pikir, pola makan, dan pola gerak yang sehat, masyarakat Indonesia dapat berperan aktif menjadi agen perubahan, tidak hanya untuk dirinya sendiri melainkan minimal dalam lingkungan keluarga dan sekitarnya. (imm)

 

 

 

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan