Rizky Amalia, SST., MPH
Dosen Fakultas Keperawatan dan Kebidanan (FKK)

MASA nifas merupakan periode penting bagi ibu setelah melahirkan, baik secara fisik maupun mental. Salah satu kondisi yang kerap terjadi namun sering diabaikan adalah post partum blues, atau dikenal juga sebagai baby blues. Meski terlihat ringan, kondisi ini bisa berdampak serius bila tidak ditangani dengan tepat.

Post partum blues terjadi pada 50–80 persen ibu baru dan biasanya muncul dalam beberapa hari hingga dua minggu setelah persalinan. Gejala yang umum meliputi suasana hati yang berubah-ubah, menangis tanpa sebab yang jelas, mudah tersinggung, kelelahan, hingga kesulitan tidur.

Rizki amalia menjelaskan bahwa meski tergolong ringan dan bisa sembuh sendiri, post partum blues tidak boleh dianggap remeh. “Kondisi ini bisa menjadi pintu masuk menuju depresi post partum yang lebih berat bila tidak didukung dengan pemahaman dan perhatian yang cukup dari keluarga serta tenaga kesehatan,” jelasnya.

Penyebab utama post partum blues adalah perubahan hormon yang drastis setelah melahirkan, ditambah tekanan sosial, kurang tidur, dan kecemasan menghadapi peran baru sebagai ibu. Sayangnya, banyak ibu yang enggan mengungkapkan perasaannya karena takut dianggap lemah atau tidak bersyukur.

Peran Suami dan Keluarga Sangat Penting, Dukungan emosional dari pasangan, keluarga, dan lingkungan sekitar menjadi kunci utama pemulihan. Seringkali ibu hanya butuh didengar tanpa dihakimi. Suami bisa mulai dari hal kecil, seperti membantu pekerjaan rumah atau menjaga bayi agar istri bisa beristirahat

Tenaga medis juga diimbau untuk lebih proaktif dalam mengenali tanda-tanda post partum blues saat melakukan kunjungan pasca persalinan. Pemeriksaan kesehatan mental sebaiknya menjadi bagian dari layanan standar masa nifas.

Upaya Pencegahan dan Penanganan, Beberapa langkah yang dapat membantu mencegah dan mengurangi risiko post partum blues, antara lain:

* Mempersiapkan mental dan fisik sejak kehamilan.

* Mengikuti kelas prenatal bersama pasangan.

*Menjaga pola makan dan tidur.

* Mencari kelompok dukungan ibu baru dalam tekhnologi digital

* Berkonsultasi ke profesional jika merasa kewalahan.

Dengan perhatian dan penanganan yang tepat, ibu dapat melalui masa nifas dengan lebih sehat dan bahagia, sehingga mampu memberikan yang terbaik bagi bayi dan dirinya sendiri. *

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry