Pengamat politik dari Institute for Strategic and Development Studies (ISDS) M Aminuddin (kiri) dan buku 'Aka Bangga Jadi Anak PKI'. (FT/IST)

SURABAYA | duta.co – Pengamat politik dari Institute for Strategic and Development Studies (ISDS) M Aminuddin, setuju dengan pernyataan Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu, bahwa, kader-kader komunis terus bergerak, bahkan mereka semakin terang-terangan menggelar pertemuan untuk membangkitkan paham kiri di Indonesia.

“Informasi Menhan saya kira benar dan valid. Bahkan soal pengakuan kebangkitan komunis ini telah secara langsung (ekplisit) diakui oleh Ribka Ciptaning yang merupakan penerus PKI Indonesia waktu Talk Show di LATIVI sebelum berubah jadi TV ONE. Dan dia juga menguraikan di bukunya berjudul ‘Aku Bangga Jadi Anak PKI’. Ribka menyebut jumlah generasi baru PKI awal tahun 2000-an sudah belasan juta,” demikian disampaikan Aminuddin kepada duta.co, Jumat (25/1/2019).

Sebelumnya, Menhan Ryamizard mengaku mendapat banyak informasi soal banyaknya pertemuan yang membahas komunisme. Ia menduga pertemuan-pertemuan itu digelar untuk membangkitkan paham kiri tersebut di Indonesia. Padahal Ketetapan MPRS Nomor XXV Tahun 1966 tentang pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI) menegaskan bahwa komunisme tidak boleh lagi tumbuh di Indonesia.

“Enggak usah komunisme lagi. Kalau mereka tidak berbuat apa-apa, enggak masalah. Ini rapat sana, rapat sini. Bukan kita enggak tahu rapat apa. Itu mau apa? Biasa sajalah,” kata Ryamizard di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (24/1/2019).

Ryamizard mengatakan komunisme di negara-negara seperti China dan Rusia tidak masalah. Kendati begitu, ia mengimbau agar komunisme tidak perlu lagi disukai. Menurutnya, yang menjadi permasalahan di Indonesia itu, yakni pemberontakan yang melibatkan PKI seperti pada 1948 di Madiun dan 1965 di kasus G30S. Sehingga bukan tidak mungkin antek-antek PKI masih menyimpan dendam kepada pemerintah.

“Ini masalah dendam. Ini kita kecilkan lagi, kalau gede susah lagi. Belum lagi paham radikal. Sama itu. Saya mengerti, bahaya negara ini,” tegasnya sebagaimana dikutip harianterbit.com.

Menhan juga mendukung usulan Jaksa Agung M Prasetyo yang ingin merazia besar-besaran buku komunisme. Menurut Ryamizard, penyebaran paham komunis lewat buku sudah berbahaya. Sehingga peredaran buku berfaham komunis harus diberangus.  “Iyalah (bahaya),” tandasnya.

Jangan Lupakan Madiun Affair 48

Menurut  Aminuddin, kekhawatiran kebangkitan komunis ini juga ditambah dengan infiltrasi ribuan orang Tiongkok yang masuk ke Indonesia. “Ribuan orang Tiongkok diduga tentara merah yang bisa menjadi energi baru generasi PKI,” ujarnya.

Apalagi, lanjutnya, saat ini buku-buku berbau PKI juga sudah banyak beredar luas di Indonesia. Sebagian buku-buku tersebut berhasil dirazia TNI di Kediri, Jawa Timur dan Sumatera Barat. Ini menunjukan komunis sudah mulai bangkit dan menjadi ancaman di Indonesia.

Aminudin berharap agar ada buku-buku yang menjelaskan PKI dalam prakteknya ideologi kejahatan yang ujungnya menyengsarakan manusia. Selain itu upaya penangkapan orang-orang yang terindikasi membangkitkan komunisme terus dilanjutkan. Awasi juga semua pekerja Tiongkok yang masuk Indonesia.

“Selain itu infiltrasi ribuan orang Tiongkok masuk ke Indonesia saat ini, terdapat indikasi tentara merah yang bisa menjadi energi baru generasi PKI. Ideologi ini sulit dibrantas sampai ke akarnya. Buktinya Ribka mengatakan ideologi dan generasi baru PKI berkembamg biak pesat di Indonesia. Ingat sudah banyak Kiai dan Santri NU telah dibantai PKI di peristiwa Madiun Affair 48, peristiwa Muncar Banyuwangi, Di Blitar selatan, dsb,” tegasnya. (mky,htc)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.