SURABAYA | duta.co – Jalur Mandiri Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) akan lebih banyak menampung mahasiswa. Sebenarnya dari segi kuota,jatah jalur ini hanya 20 persen namun karena masih ada sisa kuota dari jalur seleksi yang lain yakni Seleksi Prestasi Akademik Nasional dan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN dan UM PTKIN) maka kuota jalur mandiri semakin membesar.

“Sebenarnya dari segi kuota sekitar 600 mahasiswa yang akan kami terima di jalur ini. Namun dari ujian masuk (UM) PTKIN kemarin masih ada sisa sekitar 180 mahasiswa karena dari kuota 1.580 mahasiswa yang diterima hanya 1.400 an mahasiswa. Sementara ada sisa kuota lagi dari SPAN PTKIN yang tidak daftar ulang. Jadi jatah jalur mandiri akan semakin besar,” ujar Wakil Rektor 1 UINSA, Syamsul Huda, Senin (19/6).

Diakui Syamsul untuk jalur UM PTKIN ada banyak program studi yang tidak memenuhi kuota. Terutama prodi-prodi keagamaan yang memang diberi kuota besar namun peminatnya sangat sedikit. “Itu harus kami akui. Ada beberapa fakultas yang memang peminatnya sedikit terutama fakultas keagamaan,” tambah Syamsul.

Syamsul menyontohkan tiga fakultas yang sangat minim peminat di antaranya Fakultas Ushuluddin khususnya prodi perbandingan agama-agama. Kedua adalah  Fakultas Dahwah dan Syariah khususnya prodi ilmu falaq dan perbandingan mashab) dan beberapa prodi lain.

“Sebenarnya ini semua karena ketidaktahuan masyarakat saja. Mereka tidak tahu bahwa sebenarnya lulusan dari prodi-prodi itu banyak dibutuhkan baik pemerintah maupun swasta. Namun terkadang masyarakat  khawatir dan takut akan jadi sekuler, takut aqidahnya rusak dan sebagainya. Padahal sebenarnya tidak. Mungkin PTKIN memang harus bereformasi untuk memasyarakatkan prodi-prodi agama itu,” jelasnya.

Karena itu, untuk menarik kembali minat masyarakat untuk kuliah di prodi-prodi itu, UINSA akan melakukan berbagai langkah. Dikatakan Syansul, UINSA akan memberikan beasiswa bagi penghapal Alquran. Juga akan melalukan penelusuran bakat baik olahraga dan seni. Sehingga nantinya prodi-prodi agama ini semakin banyak mahasiswnya.

Karena diakuinya UINSA adalah kampus berbasis agama Islam yang harus tetap mempertahankan prodi-prodi keagamaan sebagai cirri khas. Bahkan Rektor UINSA, Prof Abdul A’la pernah mengatakan, apapun yang terjadi, prodi agama itu tidak boleh mati. “Satu mahasiswa pun prodi agama ini akan kita tetap buka,” tandasnya.

Jalur Mandiri UINSA akan dibuka mulai 23 Juni hingga 17 Juli. Tes jalur mandiri akan dilakukan secara online atau computer based tes (CBT).

Sementara itu untuk UM PTKIN yang dimumkan Senin (19/6) siang, yang diterima secara nasional sebanyak 39 ribuan untuk 56 PTKIN di seluruh Indonesia. UM PTKIN tahun ini, ada peningkatan jumlah pendaftar yakni 113 ribu. Namun yang melakukan pembayaran ke bank sebanyak 83 ribu dan yang melakukan validari sebanyak 82.005 peserta. (end)

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan