PONOROGO | duta.co – Upaya pengembanan kelembagaan dilakukan pimpinan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda Kalimantan Timur. Mereka melakukan studi pengembangan kelembagaan ke FEBI UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, Selasa (3/11).

Rombongan dipimpin langsung oleh Dekan FEBI UINSI Dr. H. Moh. Mahrus. Tampak mendampingi Prof. Dr. Hj. Darmawati, M. Hum (Wakil Dekan 1) dan Tika Parlina, MM, Koordinator Prodi Ekonomi Syariah. Mereka ditemui jajaran FEBI UIN Ponorogo dipimpin langsung oleh Dr. Aji Damanuri (Dekan).

Moh. Mahrus menyampaikan keinginan pihaknya untuk menimba ilmu tentang kiat-kiat khusus pengembangan kelembagaan. “Terutama buat program studi terakreditasi Unggul dan Badan Layanan Umum (BLU),” ujarnya.

Doktor UIN Semarang ini menambahkan, kolaborasi kedua FEBI mutlak diperlukan bagi peningkatan kualitas lembaga. “Sehingga tidak hanya berhenti di pertemuan di sini, tapi kerja sama selanjutnya bagi peningkatan mutu pendidikan di kedua FEBI,” imbuhnya.

Dia juga menambahkan akreditasi unggul di kampusnya bisa terus dipertahankan. “Dengan tetap meningkatkan pengembangan kelembagaan, salah satunya lewat kegiatan seperti ini,” ujarnya

Dekan FEBI UIN Ponorogo, Dr. Aji Damanuri, mengapresiasi kunjungan dari FEBI UIN Samarinda. Dia menuturkan, jargon UIN Ponorogo mewujudkan 3-A. “Yaitu Agamis, Akademis dan Aktivis, ketiganya harus mengikuti semua proses di lembaga sini,” tambahnya.

Pengembangan kelembagaan di banyak fakultas, lanjutnya, memiliki beberapa kesamaan. “Kedua prodi di sini, Manajemen Bisnis Syariah (MBS) dan Akuntansi Keuangan Syariah (AKS) sudah terakreditasi unggul,, di samping ada prodi Perbankan Syariah (PS), Ekonomi Syariah (ES) dan Manajemen Zakat Wakaf (Mazawa),” imbuhnya.

Di lembaga yang dipimpinnya, sudah memiliki bank mini. “Omsetnya sudah dua milyar yang dikelola oleh mahasiswa untuk kegiatan kemahasiswaan,” ujarnya.

Salah satu peserta, Faruq Ahmad Futaqi, mengakui untuk menuju akreditasi unggul, harus ada komunikasi dengan prodi yang sudah meraihnya. “Terus terang kami komunikasi dengan Prodi di UIN Madura, karena prodi MBS di sini baru berdiri 2021,” ujar Kaprodi MBS UIN Ponorogo ini.

Dia menekankan pentingnya review kurikulum. “Terutama dalam menekankan integrasi perkuliahan, dan di sini sudah memakai kurikulum OBE di tahun 2026 sekarang,” pungkasnya.

Hal senada disampaikan Prof. Darmawati. Dia sangat antusias dengan capaian prestasi yang sudah diraih UIN Ponorogo. “Terlebih mahasiswa kami di UIN Samarinda tidak hanya berasal dari pesantren dan aliyah, tapi banyak juga dari SMK dan SMA, sehingga menjadi tantangan dalam hal ujian keagamaan bagi mahasiswa,” pungkasnya. (muk)

Kontributor: Mukani, anggota rombongan

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry