SURABAYA | duta.co – Video pendek ‘Penyelesan Kiai Ma’ruf’ terus beredar. Sampai Kamis (3/1/2019) sejumlah grup WA masih mendapat kiriman video yang sudah diunggah di laman Youtube dengan judul “Pendapat Ma’ruf Amin Mengenai Vonis Ahok” 14 Desember 2018 itu.

Arah politik video ini mudah ditebak, meluluhkan hati para pendukung Ahok yang sudah kelewat sakit. Tetapi, hasilnya, justru menambah panjang daftar ketidakkonsistenan. “Kasihan Kiai Ma’ruf. Kepentingan politik telah merobek-robek amanah yang dipanggulnya,” demikian salah seorang netizen.

Hal yang sama disampaikan Pengasuh Pesantren Ribath Al Murtadla Al Islami Singosari Malang, KH Luthfi Bashori Alwi. Menurutnya menjadi saksi pengadilan itu disumpah dengan kitab suci. Tidak sembarangan. Kalau dia Islam disumpah dengan Alquran.

“Kalau sekarang menyesal, itu sama dengan mengingkari sumpah Alquran. Apalagi penegakan hukum itu bagian perintah agama. Jangan karena sedang butuh pendukung, lalu menyesal,” tegas Gus Luthfi, panggilan akrabnya kepada duta.co Kamis (3/1/2019).

Dalam video wawancara Kiai Ma’ruf, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) nonaktif mengaku menyesal dan terpaksa jadi saksi dalam kasus penodaan agama yang dilakukan bekas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Pewawancara dalam video itu, Kemal Pahlevi (@dianbagus) menyodorkan sebuah pertanyaan terkait kesaksian Ma’ruf Amin di persidangan Ahok. Video ini sepertinya disiapkan untuk meluluhkan hati pendukung Ahok.

Kemal memanggilnya Mbah. “Pertanyaannya Mbah. Pernah menyesal nggak sih mbah, jadi saksi yang memberatkan dan membuat Pak Ahok masuk penjara?” tanyanya.

“Iya tentu saja, cuma karena terpaksa saja kan,” jawab Kiai Ma’ruf.

“Iya tentu saja, siapa yang ingin memenjarakan orang, kan nggak mau. tapi karena terpaksa, situasi pada waktu itu prosesnya penegakan hukum, ya apa boleh buat dengan rasa terenyuh,” imbuhnya.

Pernyataan Ma’ruf Amin itu disayangkan Ketua Tim Advokasi GNPF Ulama, Nasrullah Nasution. Pasalnya, kesaksian dia saat persidangan Ahok dalam kapasitasnya mengeluarkan pandangan dan sikap keagamaan selaku Ketua MUI.

“Sangat disayangkan apabila memang benar video tersebut benar adanya. Sebab, posisi beliau sebagai Ketua MUI saat itu dalam kapasitasnya yang mengeluarkan pandangan dan sikap keagamaan,” katanya saat dihubungi Kiblat.net.

“Dalam persidangan beliau sampaikan keluarnya sikap dan pandangan keagamaan tersebut didasarkan pada proses investigasi dan kajian beberapa bidang yang ada di MUI,” tandas Nasrullah.

Jadi? Untuk mengeruk suara di Pilpres 2019, apa pun dilakukan. Kasihan! (net)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.