MANFAAT. Jalan Ir Soekarno Kota Mojokerto yang sebelumnya hanya jalan setapak, kini menjadi jalan vital yang manfaatnya sangat dirasakan masyarakat. (DUTA.CO/YUSUF W)

MOJOKERTO | duta.co – Jalan yang membentang dari rimur ke barat sejauh 1,7 kilometer dari Balongcangkring (BC), Kelurahan Mentikan hingga Jembatan Rejoto, Kelurahan Blooto dibangun dalam dua tahap.

Sepanjang 615 meter dengan lebar delapan meter dari BC sampai TPA sudah dilakukan pengaspalan pada tahun 2022. Sisa jalan yang belum diaspal dari TPA ke Rejoto sepanjang 1,084 kilometer dilanjutkan pembangunannya pada tahun 2023 dengan pavingisasi.

Selanjutnya pada tahun 2024 jalan tersebut resmi diberi nama Jalan Ir Soekarno. Penggunaan nama Soekarno di ruas jalan Kota Mojokerto tersebut tak lepas dari kesejarahan Sang Proklamator yang pernah menuntut ilmu di Kota Mojokerto semasa kecilnya.

Jalan Ir Soekarno ini kini menjadi jalan vital yang sangat dirasakan manfaatnya, khususnya bagi masyarakat Kota Mojokerto.

Hadi, warga BC, mengaku bahwa Jalan Ir Soekarno ini sangat bermanfaat bagi warga. Sebelumnya jalan ini hanya jalan setapak yang ditumbuhi semak-semak yang begitu lebat.

“Sebelumnya kalau kita mau ke Rejoto harus melalui jalan setapak. Kalau hujan, becek dengan lumpur hampir selutut. Bisa dilewati sepeda motor, tapi setelah itu sepeda jadi kotor penuh lumpur,” tuturnya.

Untuk itu, pria setengah baya ini menghaturkan terima kasih kepada pemerintah yang telah membuka akses jalan BC – Rejoto.

“Ya terima kasih kepada pemerintah yang membuat jalan BC – Rejoto. Jalan ini.sangat bermanfaat bagi kami. Kini kami tidak lagi melalui jalan setapak kalau ke Rejoto,” ungkapnya.

Tak hanya itu, dengan adanya Jalan Ir Soekarno, perekonomian warga ikut terdongkrak. Warung-warung mulai tumbuh menjamur di sepanjang Jalan Ir Soekarno.

Seperti yang diungkapkan Mandah, warga BC, yang membuka warung nasi di pinggir Jalan Ir Soekarno. “Saya sudah setahun ini jualan, sejak adanya jalan ini,” ujarnya.

Nene ini mengaku bahwa ekonomi keluarganya jadi terdongkrak dengan dirinya berjualan. “Alhamdulillah, dengan berjualan, saya bisa membantu ekonomi keluarga,” katanya.

Sedangkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (DPUPR Perkim) Kota Mojokerto, Endah Supriyani, menjelaskan bahwa pembangunan jalan BC – Rejoto ini untuk mempermudah akses menuju Tamana Bahari Majapahit (TBM) di Rejoto yang akan menjadi ikon wisata Kota Mojokerto.

“Juga untuk mempercepat pembangunan Kota Mojokerto wilayah barat, baik pembangunan fisik maupun pembangunan ekonomi,” imbuhnya didampingi Kabid Bina Marga, Adhi Yudha Perwita.

Selama ini untuk menuju Rejoto yang letaknya berada di paling ujung barat harus melewati jalan Raya Pulorejo di sisi utara atau jalan Raya Blooto di sisi selatan. “Jalan BC – Rejoto ini posisinya di tengah,” imbuhnya.

Dengan adanya jalan BC – Rejoto nantinya wisatawan yang akan berkunjung ke TBM Rejoto akan masuk melalui jalan Empunala sebagai pintu gerbang, lurus ke jalan Residen Pamuji, jalan J A Suprapto, jalan Yos Sudarso, jalan Prapanca, naik ke jembatan Cakarayam, langsung belok kanan sejauh sekitar 50 meter, kemudian belok kiri ke jalan BC – Rejoto, selanjutnya akan sampai di TBM Rejoto.

“Dengan adanya jalan BC – Rejoto nantinya juga diharapkan pembangunan tidak hanya terfokus di wilayah timur. Tapi, diharapkan nantinya pembangunan lebih merata, baik pembangunan fisik maupun ekonomi,” harapnya. (ywd)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry