JAKARTA | duta.co – Direktur Relawan Nasional BPN Prabowo-Sandi, Mustofa Nahrawardaya tampil melalui video pendek. Intinya menjelaskan kepada seluruh pendukung Prabowo-Sandi agar tenang, jangan terkecoh data-data lembaga survey yang disiarkan melalui hitung cepat (quick count).

Kini, kata Mustofa, tim Teknologi Informasi (IT) sedang bekerja keras untuk menuntaskan perhitungan. Dikatakan, angka quick count tidak bisa dipegang, alias terduga penuh manipulatif. Dugaan itu semakin kuat, karena adanya perubahan pada hasil quick count, pada saat bersamaan juga terjadi gangguan komunikasi di kalangan tim pemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.

“Perhatikan ini. Kami diserang telepon dari luar negeri setiap menit. Ini sangat menanggu. Hebatnya, ketika dipindahkan panggilan tersebut, tetap saja bisa tembus. Ini tidak bisa dilakukan kecuali bagi orang yang punya kuasa,” demikian Mustofa, Rabu (17/4/2019) sambil menunjukkan HP-nya sedang diserang.

Karena itu, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi tidak percaya pada hasil hitung cepat tersebut. BPN meminta rakyat Indonesia tidak terpancing dengan hasil penghitungan yang tidak bisa dijadikan ukuran kemenangan Pilpres 2019. BPN tetap berpatokan dengan penghitungan resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Setelah Mustofa, tampil juga seorang laki-laki ini siap menuntaskan segala bentuk permainan IT. “Jangan khawatir, apa yang disampaikan sejumlah lembaga survey melalui quick count itu hoax. Tunggu, dari pusat data ini kita buktikan Prabowo-Sandi menang,” katanya. (net)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.