
SURABAYA | duta.co – Ternyata, hari ini, Selasa (19/5/26) adalah hari ulang tahun (Ultah) Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa yang ke-61. Sejak Senin (18/5), dunia medsos (media sosial) sudah rame dengan ucapan ‘Selamat Ulang Tahun’ yang ditujukan kepada Dr (HC) Dra Hj Khofifah Indar Parawansa, MSi.
“Luar biasa! Selain ucapan selamat, tumpuhan warga Jawa Timur di pundak Gubernur Khofifah, tampak semakin panjang. Rekam jejak kepemimpinannya memang menjadi harapan banyak pihak. Terobosan Jawa Timur, termasuk soal ekonomi, pendidikan dan UMKM banyak ‘diiri’ daerah lain,” demikian disampaikan Dr Eko Pamuji, General Maganer (GM) PT Duta Masyarakat Koran, kepada duta.co, Selasa (19/5/2026).
Menurut Eko, panggilan akrabnya, kepemimpinan Khofifah memang telah menorehkan tinta emas bagi warga Jawa Timur. “Kita tidak bicara penghargaan, Jawa Timur sudah gudangnya. Bandingkan saja daerah lain, Jatim selalu memimpin. Kini provinsi kita menjadi penguat, penjahit konektivitas antardaerah, penjaga stabilitas harga pangan dan pengendalian inflasi nasional. Ini tidak main-main,” tegasnya.

Bagi pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat ini, kerja sama antarkabupaten dan kota, distribusi pangan diharapkan semakin kuat sehingga mampu menjaga keseimbangan pasokan dan harga di tengah ketidakpastian global. “Selain butuh kepemimpinan yang solid, kita memang butuh pemimpin cerdas, kuat dalam menghidupkan gagasan. Maka, Bu Khofifah layak berada di tengah-tengah Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) Wilayah Jawa 2026 beberapa waktu lalu,” lanjut mantan Sekretaris PWI Jatim tersebut.
Keberpihakannya kepada wong cilik, sangat kental. “Jiwa sosialnya sangat tinggi. Mungkin karena beliau seorang perempuan, orang nomor satu di jajaran Muslimat NU sehingga mudah tergerak untuk membantu kesulitan wong cilik. Saya melihatnya sebagai pemimpin yang komplit. Dia dihormati kepemimpinannya, dirindukan kelembutan kemanusiaannya,” tambahnya.
Suatu ketika, tegas Eko, dirinya ikut membuntuti acara Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Saat itu ia menyalurkan berbagai bantuan sosial dan tali asih senilai Rp7,6 miliar kepada masyarakat Kabupaten Gresik. Ini bagian dari upaya memperkuat perlindungan sosial sekaligus bantalan ekonomi bagi masyarakat rentan. “Ternyata bukan hanya Gresik, semua daerah di Jatim merasakan hal yang sama,” ujarnya.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian program Sapa Bansos Amaliyah Ramadan Pemerintah Provinsi Jatim yang bersumber dari sejumlah organisasi perangkat daerah serta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). “Dan disampaikan apa adanya. Ini adalah Sapa Bansos Amaliyah Ramadan. Kita berharap seluruh proses distribusi Bansos tepat sasaran dan tepat pemakaian. Ada bantuan untuk penguatan modal usaha, tetapi ada juga yang bersifat charity bagi kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas,” jelasnya.
Total bantuan yang disalurkan (kala itu) mencapai Rp7.607.800.000 yang terdiri dari bantuan Dinas Sosial Jawa Timur sebesar Rp3.445.900.000, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Jawa Timur sebesar Rp736.900.000, bantuan keuangan desa Rp3.400.000.000, serta penyaluran melalui BUMD Jawa Timur sebesar Rp25.000.000.

Bantuan dari Dinas Sosial Jawa Timur meliputi Program Keluarga Harapan (PKH) Plus sebesar Rp2.404.000.000 bagi 1.202 keluarga penerima manfaat, bantuan kemiskinan ekstrem Rp174.000.000 untuk 116 jiwa, serta Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) sebesar Rp489.600.000 bagi 136 penerima.
“Selain itu juga disalurkan Kartu Indonesia Pintar bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial Jawara (KIP PPKS Jawara) sebesar Rp3.000.000 untuk satu penerima serta bantuan permakanan bagi Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia (LKS LU) sebesar Rp128.100.000 untuk 28 penerima. Luar biasa, warga bisa gemuyu (tersenyum gembira). Tidak heran kalau kemudian Bu Nyai Hj Farida Salahuddin Wahid menyampaikan ‘Sugeng Ambalwarso’ untuk Bu Khofifah, dengan harapan semoga Sehat, Sukses dan Bahagia dalam memimpin Jawa Timur,” pungkasnya. (zi)





































