PRODUK: Yusuf Wiharta Direktur Distribusi Viva Cosmetics Indonesia Timur (tengah) disela konter Viva Cosmetik yang ada di Ciputra World Surabaya (duta.co/imam)

SURABAYA | duta.co – Mengawali tahun 2018 ini, produsen kosmetik Viva, PT Vitapharm optimistis terhadap kinerja perseroan ditengah persaingan bisnis industri kosmetik di Indonesia yang sangat ketat. Kunci optimism produk Viva yakni inovasi produk yang konsisten menonjolkan kualitas  dan disesuaikan dengan iklim tropis.

Seperti dikatakan Direktur Distribusi Indonesia Timur Vitapharm Yusuf Wiharto, potensi pasar masih terbuka luas dan inilah peluang yang disasar Viva. Dengan mengusung produk di semua segmen pasar, Viva hadir untuk memenuhi kebutuhan semua jenis produk kosmetik yang dibutuhkan wanita, termasuk produk perawatan.

“Konsistensi produk berkualitas yang dipasarkan, belum lama ini Viva mendapatkan penghargaan dari BPOM  (Badan Pengawasan Obat dan Makanan) yang kedua kali setelah tahun 2016. Penghargaan BPOM untuk katagori Pelaku Usaha jadi satu bukti bahwa Viva menerapkan standar kualitas produk yang sesuai dengan ketentuan BPOM,” katanya kemarin, (4/3).

PENGHARGAAN: Viva, slah satu dari enam perusahaan yang mendapatkan penghargaan dari BPOM (duta.co/dok viva)

Yusuf menambahkan hanya enam perusahaan katagori pelaku usaha yang mendapatkan penghargaan diantaranya Viva, Sidomuncul, Kalbe Farma, Sanbe Farma dan Indolakto. Bagi Viva, penghargaan yang kedua ini menjadi pegakuan sekaligus tantangan agar tetap konsisten menjaga kualitas produk sesuai ketentuan BPOM . Diantaranya kebersihan, kualitas produk, dokumentasi dan CPKB (cara pembuatan kosmetik yang baik).

“Dengan kualitas produk yang dijaga, Viva tetap yakin bisa merajai pasar kosmetik dalam negeri. Untuk pasar ekspor ada namun masih kecil. Ketatnya regulasi ekspor menjadi sebab konsentrasi perseroan tetap di pasar dalam negeri yang masih terbuka luas,” jelas Yusuf.

Tentang pasar dalam negeri Yusuf menambahkan pasar Indonesia Timur menjadi salah satu wilayah yang pertumbuhannya sangat pesat. Pembangunan infrastruktur dan perkembangan kawasan Indonesia Timur yang berkembang pesat linier dengan kebutuhan masyarakatnya diantaranya kebutuhan akan kosmetik.

“Dan Viva terus memperluas penetrasi pasar di Indonesia Timur melalui ketersediaan produk dan edukasi pasar. Hasilnya sangat bagus, mereka cocok dan menyukai produk kosmetik Viva yang memang dirancang untuk Negara tropis,” jelas Yusuf.

Untuk produk unggulan tahun 2018 ini yakni mengusung produk kosmetik yang dekoratif. Ada banyak produk pilihan yang menyasar pasar premium, salah satunya pensil alis, lisptik dan produk kosmetik lain yang digunakan untuk piñata rias ataupun keseharian.

“Dengan 500 item produk yang dimiliki perusahaan, kami tetap optimistis bertumbuh dan menguasai pasar kosmetik di Indonesia.  Banyak produk kami yang tetap bertahan dan masih diminati, salah satunya Viva bedak tabor,” jelas Yusuf Wiharto.

Yusuf mengakui strategi  Viva mempertahankan pangsa pasar di Tanah Air, yakni dengan menjaga kualitas produk dab memperluas wilayah penjualan sehingga produk Viva mudah didapat, serta menjaga harga supaya tetap terjangkau oleh masyarakat.

“Kami juga banyak ikut kegiatan, baik dari pemerintah, lembaga khusus kecantikan, maupun exhibiton supaya penata rias papan atas memakai produk Viva ,” ujarnya.

Viva sendiri memiliki sekitar 500 varian produk kosmetik. Tiap tahunnya, perusahaan mengeluarkan produk baru sebanyak 5 hingga 10 produk. Rangkaian produk perusahaan yang berkantor pusat di Surabaya ini antaranya Viva White dan Viva Queen. Untuk kalangan remaja, Viva mengeluarkan brand tersendiri, yaitu RedA. (imm)

 

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.