SURABAYA | duta.co – Perkembangan dunia maya dan penggunaan media sosial (medsos) berbasis information technology (IT) mendapat perhatian serius dari Polda Jatim. Keseriusan ini diwujudkan Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin dengan menjalin silaturahim dengan 400-an masyarakat dunia maya (netizen) se-Jatim. Tujuannya bersama-sama menjaga suasana Jatim tetap kondusif.

Pada Silaturahim kali ini Polda Jatim melalui Bidang Humas juga mengajak Subbag Humas 39 Polres, Polresta dan Polrestabes se-Jatim. Para netizen ini diajak mengambil opini positif di dunia maya dengan menghadirkan dua narasumber, yakni Sukolilo Widodo, Akademisi dari Universitas Airlangga (Unair) dan Imam Syafi’I, Praktisi Media.

“Adanya silaturahmi ini, harapannya netizen atau pengguna internet (warganet) untuk bisa memanfaatkan internet ini dengan baik, yang bersifat positif dan membangun Jawa Timur yang aman. Jangan sukanya menjelek-jelekkan orang ataupun mengadu domba,” kata Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin, di Hotel Wyndham, Surabaya, Rabu (15/11).

Kapolda mengaku, pihaknya merangkul semua netizen yang cinta kedamaian, cinta berbuat baik dengan hati yang bersih untuk menjaga kondusivitas Jatim. Prinsipnya, kegiatan ini merupakan ajang silaturahmi dengan netizen atau pengguna internet yang semakin banyak.

“Tadi sudah saya contohkan, ini seperti halnya pisau. Bisa digunakan apa saja, bisa digunakan untuk kepentingan bersifat baik. Bisa juga digunakan untuk kejahatan. Tinggal bagaimana netizen yang memanfaatkan IT dengan bijak dan positif,” tegasnya.

Machfud menambahkan, para netizen yang kumpul diimbau untuk bisa menyebarkan atau memanfaatkan IT dengan baik dan berbuat baik. Apalagi ada agenda jangka pendek, yakni perayaan Natal dan Tahun Baru.

“Jelang Natal dan Tahun Baru, jangan diisukan yang tidak-tidak. Karena dari IT ini bisa dimanfaatkan ke rana negatif, seperti belajar membuat bom maupun menyebarkan paham radikal terorisme. Kita berharap digunakan secara positif, jangan malah sebaliknya. Tujuannya satu, untuk bisa menjaga kondusifitas wilayah Jatim,” pinta Kapolda.

Sambung Machfud, tahun depan adalah tahun politik. Bermacam persoalan akan ada, seperti black campaign (kampanye hitam).

“Sebentar lagi Pilkada serentak, biasanya ramai jualan kambing hitam.  Kita sebagai aparat harus menghadapi dengan jujur,  yang salah tetap kita proses.  Siapapun.  Makanya kami mengumpulkan para netizen inj,gar menggunakan hati manfaatkan cyber, jangan sampai yang ujung-ujungnya jadi narapidana, ” kata Kapolda.

Kapolda hanya menyebutkan 2 kasus cyber crime di Jatim yaitu di Madura dan Pasuruan,  yang ternyata dilakukan oleh oknum santri di salah satu pondok pesantren.  “Ini sudah kita bentuk cyber troop,  nantinya di seluruh jajaran Polres Polresta harus ada.  Dengan cyber troop ini akan tahu mana yang benar atau tidak benar.  Yang ga bener misalnya di pesantren di Madura,  kita kejar-kejar.  Juga di Pasuruan juga pondok pesantren, ” imbuhnya.

Untuk itu, kegiatan yang sudah digagas cukup lama ini, dilaksanakan sebagai pendukung opini positif Polda Jatim.  “Dengan merangkul nitizen diharapkan juga bisa menciptakan situasi kamtibmas sekaligus Jawa Timur tetap kondusif,” tandasnya. sna/tom/gal

 

 

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan