JAKARTA | duta.co – Pencermatan Daftar Pemilih Tetap yang dilakukan oleh Bawaslu DKI Jakarta, menemukan 10.626 data pemilih yang dianggap ganda, dengan klasifikasi terdiri NIK_Nama Ganda, NIK_Nama_Tanggal Lahir Gand, NIK sama dan Nama_Tanggal Lahir Ganda.
Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu DKI Jakarta Burhanuddin menyatakan bahwa temuan dugaan DPT ganda yang direkomendasikan Bawaslu Kabupaten/Kota Se_DKI Jakarta kepada KPU DKI Jakarta dan jajarannya, setelah dilakukan verifikasi faktual di lapangan ternyata data temuan tersebut benar adanya, terbukti untuk sementara terdapat 1.332 orang dalam DPT dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS). , Oleh karena itu Bawaslu DKI Jakarta akan terus melakukan pengawasan terhadap verifikasi kebenaran data tersebut untuk memastikan DPT Pemilu 2019 di Jakarta tidak bermasalah.
“Selain menemukan data ganda, Bawaslu DKI Jakarta juga masih menemukan orang meninggal, orang yang sudah pindah alamat keluar Jakarta, orang yang tidak berKTP elektronik masih terdaftar dalam DPT, ” ungkap Burhanuddin, Anggota Bawaslu DKI Jakarta.
Keakuratan Daftar Pemilih Tetap tidak hanya untuk memastikan hak pilih warga negara, tetapi ini juga berkaitan dengan efisiensi anggaran yang selalu digembor-gemborkan di Republik ini, karena terkait dengan pengadaan logistik pemilu 2019.
Menurut Burhanuddin bahwa data ganda, secara faktual semestinya dapat dihapus, karena ini data pemilih, bukan data kependudukan. Oleh karena ini Bawaslu DKI Jakarta dan jajarannya terus melakukan pencermatan terhadap DPT sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap rakyat sebagaimana komitmen Bawaslu untuk menjaga hak pilih di seluruh negeri. (hud)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.