SAMBAS | duta.co —  Gemuruh kalimat thoyyibah itu terdengar di awal Haul Syaikh Ahmad Khathib As-Sambasy yang digelar di Masjid Besar Al-Manar Tebas, Kabupaten Sambas, Ahad (12/8/2018). Tidak kurang dari 700 jamaah hadir dari berbagai daerah. Mereka ingin ikut mendoakan sekaligus barokah dari salah ulama besar Indonesia ini, berikut mendoakan para syuhada lainnya.

Ust. Salam M. Hasan, Ketua Panitia Pelaksana Haul, mengatakan, bahwa, sebenarnya Haul Syaikh Ahmad Khathib As-Sambasy akan diadakan satu tahun lalu, namun karena ada kendala, maka baru tahun ini dapat terlaksana, semoga berjalan sukses sesuai harapan.

Sementara Ketua Yayasan Thariqah Qadiriyah wa Naqsyabandiyah (TQN) Khathibiyah Sambas, Drs. Hakimin mengurai jalan panjang jamiyah tersebut. Awal mulanya dibentuk TQN hanya beranggotakan 7 orang, semakin lama semakin berkembang dan akhirnya muncul bibit-bibit baru di daerah lain.

“Alhamdulillah sekarang sudah cukup ramai, sekitar 9 kecamatan di Kabupaten Sambas sudah terbentuk TQN,” jelasnya.

Ia juga berharap Sambas menjadi kota dzikir dan sholawat. “Dengan berzikir, maka hati akan baik dan hidup bisa lebih tenang. Dengan hal tersebut, maka masyarakat Sambas menjadi adem, tenteram, damai, dan sejahtera,” imbuhnya.

Acara Haul ini juga dikemas dengan pembacaan Sholawat Thariqah, diselingi infaq untuk pembangunan Masjid Syaikh Ahmad Khathib As-Sambasy di Dusun Sekuyang Desa Kartiasa, Kecamatan Sambas.

Mengenai pembacaan biografi Syaikh Ahmad Khathib As-Sambasy disampaikan oleh Sekretaris Umum Yayasan TQN Khathibiyah Sambas, Dr. Adnan Mahdi, M.S.I. yang dimulai dengan menjelaskan keadaan umat Islam sebelum kelahiran Ahmad Khathib di Kampung Dagang, Sambas.

Jejuluk Keramat Lumbang

Adnan menjelaskan bahwa pada tahun 1747 M, telah datang dua ulama dari Fatani Thailand bernama Syaikh Ali Fakih al-Fatani dan Syaikh Abdul Jalil al-Fatani. Kedua ulama ini berasal dari pesantren di Fatani yang berada di bawah Kerajaan Darussalam, dan lama belajar di Mekah.

Syaikh Ali Al-Faqih Al-Fathani menyebarkan Islam di Mempawah, sementara Syaikh Abdul Al-Jalil Al-Fathani menyebarkan Islam di Sambas.

Syaikh Abdul Al-Jalil Al-Fathani lebih dikenal dengan Keramat Lumbang. Beliau sangat ahli di bidang Tasawwuf, khususnya ilmu Hakikat dan Makrifat. Beliau adalah pembawa tradisi keagamaan seperti Barzanji, Nadzam, Burdah dan lainnya setiap malam Jum’at atau dalam acara-acara resmi, dan membiasakan masyarakat untuk berdzikir, termasuk sambil menidurkan anak-anak dengan melafadzkan dzikir Lailahaillallah dan Allah, Allah, Allah.

Dalam suasana keberagamaan masyarakat Sambas inilah, Ahmad Khatib lahir pada tahun 1803 M dengan nama lengkapnya Ahmad Khathib bin Abdul Ghaffar bin Abdullah bin Muhammad bin Jalaluddin yang saat ini sedang diperingati Haul-nya.

Selepas acara, para jamaah berziarah ke makam Syaikh Nuruddin di Tekarang Kecamatan Tekarang dan Syaikh H. Harun di Makrampai Kecamatan Tebas. Semoga kita bisa mengikuti jejak perjuangan beliau. (aziz/mau)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.