Frysca diapit kedua orang tuanya saat menerima piagam sebagai wisudawan terbaik Unusa. DUTA/ist
SURABAYA | duta.co – Keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan. Ini dibuktikan oleh Frysca Virnanda Retikasari, wisudawan terbaik dari Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa). Frysca meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,95 dan masa studi 3,5 tahun.

Lahir di Sidoarjo pada 6 Juli 2003, Frysca merupakan penerima program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Ia adalah anak pertama dari empat bersaudara, putri pasangan Achmad Hudi dan Umaroh, yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang sayur di Sidoarjo.

Sejak awal, Frysca memiliki ketertarikan kuat pada dunia pendidikan. Ia memilih Program Studi PGSD karena meyakini bahwa pendidikan dasar merupakan fondasi utama dalam pembentukan karakter anak.

“Guru sekolah dasar memiliki peran yang sangat krusial dalam membentuk generasi bangsa, karena di sanalah karakter anak mulai dibangun selain dari keluarga,” ungkapnya.
Menjadi sarjana pertama di keluarga besar, Frysca menjadikan pendidikan sebagai jalan untuk meningkatkan derajat sosial keluarganya. Ia berkomitmen untuk terus mengembangkan potensi diri agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Selama masa perkuliahan, Frysca menghadapi tantangan besar dalam membagi waktu. Selain mempertahankan prestasi akademik, ia aktif mengikuti berbagai lomba, organisasi, program magang, hingga mendapat kesempatan mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional.

“Bagi saya, kuliah bukan hanya tentang mendapatkan ilmu, tetapi juga mengeksplorasi berbagai pengalaman yang tidak bisa didapatkan di luar dunia kampus,” ujarnya.

Dukungan keluarga menjadi kekuatan utama dalam perjalanan akademiknya. Ia mengaku bersyukur dapat menempuh pendidikan secara gratis melalui program KIP-K.

“Orang tua saya selalu mendukung, meskipun secara finansial terbatas karena adik-adik saya juga masih sekolah. Beasiswa ini menjadi jalan bagi saya untuk terus melangkah,” tambahnya.

Saat ini, Frysca tengah mempersiapkan diri untuk melanjutkan studi ke jenjang S2 melalui program Beasiswa Unggulan. Di sisi lain, ia juga telah merintis usaha di bidang pendidikan dengan mendirikan LBB Smartkid Education, sebuah lembaga bimbingan belajar untuk siswa pra-sekolah, TK, dan SD.

Ia berharap lembaga tersebut tidak hanya membantu siswa, tetapi juga membuka peluang kerja bagi mahasiswa PGSD untuk mendapatkan pengalaman mengajar sekaligus penghasilan.

Inspirasi terbesar dalam hidupnya datang dari sang ayah, yang selalu menanamkan nilai kepercayaan diri. “Setiap orang adalah bintang, dan bintang pasti bersinar. Jangan takut gagal, karena tugas kita adalah menemukan cahaya itu dan membuatnya menerangi banyak tempat,” pesan ayahnya yang selalu ia pegang teguh.

Prestasi Frysca menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan, selama disertai tekad, kerja keras, dan dukungan lingkungan yang tepat. ril/lis

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry