PONTIANAK | duta.co — Pengurus Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kalimantan Barat, Rabu, (15/11/2017) dilantik  di Hotel Dangau Pontianak. Acara ini dirangkai dengan halaqah kebangsaan serta peresmian Kantor Sekretariat LDNU Kalimantan Barat, secara simbolis,  yang terletak di Desa Arang Limbung Kabupaten Kubu Raya.

Hadir dalam acara ini KH Maman Imanul Haq, Ketua LDNU Pusat, Rais Syuriah PWNU Kalbar Drs H Syahrul Yadi, M.Si. Selain itu hadir Kodam 12 Tanjungpura Kalimantan Barat, Sekertaris daerah Kabupaten Kubu Raya H Odang Prasetyo serta jajaran Polda Kalbar.

Ketua LDNU Kalbar, Dr Saifuddin Herlambang, MA berterimakasih atas terlaksananya kegiatan pelantikan dan halaqah perdana LDNU ini. Ucapan terimakasih juga disampaikan kepada KH Maman Imanul Haq di sela sela kesibukannya, masih berkenan hadir dalam kegiatan perdana LDNU Kalimantan Barat.

Disampaikan, halaqah kebangsaan dimaksudkan demi keutuhan NKRI, ini adalah substansi bagi nahdliyin. NU hendaknya senantiasa berperan menjaga Islam wasatiyah di tengah hegemoni pergulatan ideologi serta menjaga netralitas.

Ke depan LDNU Kalimantan Barat akan menyediakan lahan sebagai sarana dakwah NU Kalimanatan Barat. “Kita juga berencana membuat pesantren teknik LDNU serta mengaktifkan pengurus LDNU di tingkat cabang,” katanya.

LDNU Kalbar juga berencana mengadakan pelatihan dai cyber serta pelatihan kader dakwah yang akan melibatkan para dai nahdiyin di Kalimantan Barat. “Kami mohon dukungan segenap komponen dalam rangka terselenggaranya rencana kegiatan ini,”  pungkas pria lulusan doktoral bidang tafsir UIN Jakarta.

Sementara, Sekda Kubu Raya, H Odang Prasetyo mengucapkan selamat atas pengurus yang dilantik. Ia memberikan apresiasi kepada LDNU Kalbar yang telah memilih Kubu Raya sebagai salah satu lokasi pusat kegiatannya.

Harapannya ke depan LDNU dan pemerintah Kubu Raya bersinergi karena mayoritas penduduk di kabupaten kubu raya adalah warga nahdiyin. Selain itu, LDNU adalah salah satu lembaga yang punya tugas dan tanggung jawab menjaga hubungan baik antara Islam dan kebangsaan. “Kegiatan halaqah kebangsaan ini menjadi sarana mewujudkan terciptanya kedamaian dan kerukunan antarsesama,” jelas H Odang.

Rais Syuriah PWNU Kalbar, Drs Syahrul Yadi, MSi, dalam kesempatan yang sama, mengapresiasi trend NU Kalimantan Barat yang terus peningkatan. Hal ini dibuktikan dengan mulai bergeraknya pengurus lembaga, termasuk LDNU.

Melalui LDNU semangat dakwah nabi juga bisa berkiprah dan berkontribusi dalam mengembangkan NU di Kalimantan Barat. LDNU adalah ruh dakwah di NU.  Kalimantan Barat punya modal besar. Masyarakat muslim di Kalimantan Barat mayoritas NU. Ini modal dasar yang bisa digarap LDNU. Selain itu modal spirit serta dukungan masyarakat Kalimantan Barat terhadap kehadiran NU sangat besar.

LDNU punya PR besar khususnya mengatasi fenomena terkikisnya amaliyah amaliah NU di tingkat masyarakat. LDNU harus terlibat aktif dalam menjaga keepakatan permanen bersama pemerintah yakni Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, UUD 1945, serta NKRI.

Dalam arahannya, KH Maman Imanul Haq menyampaikan beberapa hal terkait prinsip dakwah. Mengutip Surat Nahl 125 ia menyampaikan bahwa dakwah itu mengajak bukan mengejek, merangkul bukan memukul, orientasi dakwah adalah kepada jalan Tuhan (Sabili Robbika) penuh dengan hikmah.

“LDNU harus terlibat dalam dakwah yang menyasar generasi milenial. Karena generasi milenial itu generasi muda yang rasional. Kita perlu mengubah mindset dakwah kita,” pungkas anggota DPR RI dari Komisi VIII ini.

Kegiatan ini dirangkai dengan halaqah kebangsaan, peresmian secara simbolis sekretariat LDNU Kalbar serta penandatanganan MOU antara LDNU Kalbar dan LDNU pusat. (afm)

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan