Pemilik Produksi Teh Gambyong Kemuning, Eko Wuryanto saat menjelaskan produk tehnya dalam kegiatan Capacity Building Media yang digelar Bank Indonesia, Selasa (6/10/2026). DUTA/ist
KARANGANYAR | duta.co – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Teh Gambyong di Desa Kemuning, Karanganyar mengalami lonjakan kinerja bisnis secara signifikan.
Keberhasilan ini dicapai berkat program pendampingan serta pembukaan akses pasar yang difasilitasi oleh Bank Indonesia (BI).
Pemilik Produksi Teh Gambyong Kemuning, Eko Wuryanto, menyampaikan bahwa omzet penjualan produknya melonjak tajam mencapai Rp250 juta hingga Rp300 juta per bulan pada 2026. Angka tersebut melesat tinggi jika dibandingkan dengan rata-rata omzet pada 2023 yang berada di kisaran Rp85 juta per bulan.

 

Pertumbuhan kinerja bisnis yang pesat ini didorong oleh perluasan jaringan distribusi. Jumlah mitra reseller Teh Gambyong melesat dari 235 mitra pada 2023 menjadi sekitar 620 mitra pada 2026.

“Produk teh olahan kami kini telah merambah pusat oleh-oleh di wilayah Solo Raya, Jawa Barat, Jawa Timur, Bekasi, hingga pengiriman berkala ke Pulau Kalimantan dan Sulawesi,” ujar Eko dalam kegiatan Capacity Building Media, Selasa (6/10/2026).

Pemberdayaan Petani Lokal dan Harga Beli Tinggi

Dalam menjalankan roda bisnisnya, Teh Gambyong mengusung konsep pemberdayaan masyarakat dengan merangkul 26 petani teh setempat. Demi meningkatkan kesejahteraan petani, hasil panen daun teh dibeli dengan harga minimal Rp5.000 per kilogram—jauh di atas rata-rata harga jual ke pabrik daerah lain yang berkisar Rp2.300 per kilogram.

Dampak positif dari model kemitraan ini ditiupkan oleh ketertarikan 15 petani tambahan dengan total luasan lahan sekitar 15 hektare yang berencana untuk bergabung.

Pengembangan Destinasi Wisata Edukasi

Selain fokus memproduksi teh olahan, unit usaha ini dikembangkan menjadi destinasi wisata edukasi. Wisatawan hingga kalangan akademisi diberikan akses untuk mempelajari seluruh rantai produksi, mulai dari pemetikan daun teh, pelayuan menggunakan mesin rotary, penggulungan, hingga pengeringan.

Sektor edukasi ini juga secara rutin menjadi rujukan penelitian dan tempat penyusunan skripsi bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi ternama, seperti Universitas Brawijaya, Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Sebelas Maret (UNS).

Strategi Menghadapi Tantangan Pasokan

Di tengah tingginya permintaan pasar dan ekspansi usaha, manajemen Teh Gambyong tetap mengantisipasi tantangan pasokan bahan baku saat musim kemarau akibat penurunan pertumbuhan pucuk daun teh.

“Untuk menjaga kelancaran pasokan, strategi stock management diterapkan secara maksimal selama musim penghujan agar kebutuhan pasar tetap terpenuhi secara berkelanjutan,” pungkas Eko. lis

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry