SURABAYA | duta.co – Ada pemandangan menarik saat Rapat Pleno Terbuka KPU Jatim, Selasa (13/2/2018). Ini nyaris luput dari perhatian hadirin. Adalah moment jabat tangan Khofifah dengan Gus Ipul.

Demi menghormati Gus Ipul, Ketua Umum Muslimat NU itu tak segan-segan melepas gambarnya, untuk diserahkan kepada Emil Dardak. Ia mengulurkan dua tangannya kepada Gus Ipul sebagai rasa hormat.

“Luar biasa! Bu Khofifah berkenan mengulurkan dua tangannya, sebagai tanda hormat saat jabat tangan Gus Ipul. Ini menyejukkan sekali bagi nahdliyin, menandakan betapa pemimpin kita masih memiliki dan menjunjung tinggi sikap tawadlu, saling menghormati,” demikian komentar yang masuk ke duta.co setelah menyaksikan foto tersebut, Rabu (14/2/2018).

Selain itu jabat tangan, keinginan silaturrahim Khofifah yang ditolak PWNU, juga banyak menuai apresiasi. Mantan Mensos RI ini tidak memberikan komentar, dan tetap berharap PWNU bisa menerimanya. Setidaknya dengan bertemu pengurus PWNU, harapannya organisasi para kiai ini bisa menjadi independen sebagaimana keputusan kembali ke khitthah.

“Tak kalah penting! Permintaan silarturrahim Bu Khofifah ini, tidak untuk pamer program. Ini adalah bagian dari upaya menjaga marwah NU, agar organisasi ini berada di atas rel yang ada, khitthah. Kalau NU memegang teguh khitthah, maka, seluruh warga NU terayomi. Inilah substansi yang tidak kunjung dipahami oleh PWNU Jatim,” tegas Gus Rois, Alumni PP Tebuireng, Jombang.

Gus Rois kemudian mengulang pernyataan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, bahwa, PWNU Jatim tidak boleh pilih kasih. “Kalau Gus Ipul diterima, Bu Khofifah seharusnya juga diterima. Tetapi, hebatnya, meski mendapat perlakuan tidak sama, Bu khofifah tidak protes. Inilah yang saya yakin menjadi catatan tebal warga nahdliyin,” tambahnya. (mky)

Tinggalkan Balasan