ITTelkom Surabaya menyelenggarakan kegiatan bertajuk Seminar Pendidikan dan Teknologi dengan tema Peran Pendidikan untuk Pengembangan Talenta Digital Dalam Membangun Ekonomi Bali (dok/duta.co)

SURABAYA | duta.co – ITTelkom Surabaya menyelenggarakan kegiatan bertajuk Seminar Pendidikan dan Teknologi dengan tema Peran Pendidikan untuk Pengembangan Talenta Digital Dalam Membangun Ekonomi Bali. Kegiatan tersebut dilangsungkan secara hybrid di Denpasar, Bali dengan mengundang sekitar 300 sekolah SMA/SMK/MA yang ada di Bali.

Seminar tersebut dihadiri oleh sederet tamu serta pemateri seperti I.B Putu Sandhi Yudistira (PT Telkom Indonesia), Dr. Tri Arief Sardjono, S.T., M.T. (Rektor Institut Teknologi Telkom Surabaya), Dr. Ir. Lie Jasa, MT (Universitas Udayana), Luh Made Seriarningsih, S.Kom., MAP.  (Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali), Kadek Yota Ernanda Aryanto, S.Kom., M.T., Ph.D. (Universitas Pendidikan Ganesha), Dr. KN Boy Jayawibawa (Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali), Prof. Dr. dr. I Putu Gede Adiatmika, M.Kes. (Wakil Rektor IV Udayana) dan Prof. Ir. Ngakan Putu Gede Suardana, M.T.,Ph.D.,IPU. (Wakil Rektor III Udayana).

Tujuan diselenggarakannya seminar menambah wawasan pentingnya peran pendidikan dalam mencetak talenta digital masa depan. Pasalnya, menurut Kominfo RI kebutuhan akan talenta digital Indonesia mencapai 600 ribu per tahunnya, sehingga sekolah dan perguruan tinggi perlu turut andil dalam menyiapkan kompetensi para peserta didik.

Pemanfaatan teknologi digital akan membantu peserta didik dalam meningkatkan proses kognitif serta keterampilan praktis. Dukungan akses internet yang merata sangatlah diperlukan untuk mensukseskan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang digagas oleh Kemdikbud RI. Terlebih di tengah pandemi yang melanda dunia dewasa ini sebagaimana yang disampaikan Luh Made Seriarningsih, S.Kom., MAP.  selaku Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali.

“Adanya pandemi ini memaksa semua hal secara massif beralih menjadi digital dimana membawa perubahan besar di berbagai sektor termasuk di dalam dunia Pendidikan. Di dalam hal ini peserta didik dan pengajar juga harus berperan aktif di dalam teknologi. Ada lima fase dimana penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dimulai dari fase 1 yakni pembelajaran berlangsung secara konvensional tanpa TIK, fase ke 3 dimana pembelajaran konvensional plus TIK. Fase 3 dimana TIK bagian dari pembelajara, TIK mengisi suatu bagian dalam pembelajaran. Fase 4 yang saat ini sedang kita lakukan dimana pembelajaran terintegrasi TIK, TIK tidak terpisahkan dalam pembelajaran. Fase ke 5 yakni TIK merupakan keniscayaan, tidak dibedakan lagi di dalam pembelajaran.” jelas Luh Made Seriarningsih

Selaras dikemukakan Kadek Yota Ernanda Aryanto, S.Kom., M.T., Ph.D., “Peran Perguruan Tinggi dan sekolah dalam transformasi dunia digital ini penting, untuk mencapai fase dimana kita berjalan berdampingan dengan teknologi maka dibutuhkan beberapa perubahan untuk itu: pola pikir, perilaku, budaya, proses dan teknologi. Serta beberapa komponen yang dibutuhkan antara lain kepemimpinan dan kebijakan, pembelajaran modern, lingkungan “cerdas” dan cetak biru teknologi.”

Selain acara seminar Pendidikan dan Teknologi, pada kesempatan tersebut juga berjalan penandatanganan Nota Kesepahaman antara ITTelkom Surabaya dengan Universitas Udayana mengenai kerjasama Tridarma Perguruan Tinggi yang diwakili langsung oleh rektor ITTelkom Surabaya serta Wakil Rektor IV Univesitas Udayana.

“Kami harapkan melalui kerjasama ini dapat bersama-sama saling membahu antara dua Perguruan Tinggi untuk mencetak talenta digital masa depan melalui kerjasama Tridarma.” jelas Rektor ITTelkom Surabaya.

Tidak hanya memaparkan materi seputar teknologi dan pendidikan serta kerjasama namun di dalam seminar ini pula menjadi wadah untuk memperkenalkan ITTelkom Surabaya kepada Sekolah Menengah Atas (SMA/SMK/MA) di Bali. Di tengah acara Wakil Rektor III ITTelkom Surabaya, Agoes Windarto S.T. memperkenalkan lebih dekat mengenai kampus ITTelkom Surabaya dimana di akhir presentasinya beberapa guru antusias bertanya mulai dari kesempatan beasiswa yang ditawarkan hingga fasilitas serta prospek jurusan ke depannya. Imm

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry