SINERGI : Penandatangan MOU Telkomsel - IT Telkom Surabaya oleh VP Sales and Merketing Area Jawa Bali Telkomsel Ericson Sibagariang dg Wakil Rektor IT Telkom Surabaya,  Tri Agus Djoko Kuntjoro (duta.co/dok)

SURABAYA | duta.co – Telkomsel dan Institure Teknologi Telkom Surabaya menandatangani MoU di bidang Pengembangan Pendidikan. Penandatanganan diwakili VP Sales and Merketing Area Jawa Bali Telkomsel Ericson Sibagariang dan Wakil Rektor IT Telkom Surabaya,  Tri Agus Djoko Kuntjoro.

Selain Telkomsel, IT Telkom Surabaya juga MoU dengan Bank Mandiri diwakili Pjs. Area Head Surabaya Basuki Rahmat, Sri Rahayu. Serta Penandatanganan MOU  ITTelkom Surabaya bersama Universiti Teknologi Malaysia, Prof. Mohd. Sharizal Sunar dari Universiti Teknologi Malaysia, Director of Institute of Human Centered Engineering.

Ericson mengatakan, Telkomsel merupakan salah satu perusahaan Seluler terbesar di Republik ini sangat peduli dan support di dunia Pendidikan.

“Telkomsel sangat care dan support di dunia program Pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat sebagai komitmen kampus. Hampir semua Universitas Negeri dan Swasta di Indonesia di-support oleh Telkom.” kata Ericson.

Telkomsel, kata Ericson, melihat dunia kampus sebagai dunia masa depan di Indonesia yang mempunyai peran aktif peluang adik-adik juga magang tapi setingkat di atas magang yang bernama Telkomsel Apprentice Program (TAP).

“Dari TAP ini adik-adik nantinya bisa mendapatkan pengalaman di Telkomsel dan  diberi kesempatan menyalurkan ide-ide kreatif dan usulan secara langsung dari dunia kampusnya,” kata Ericson.

Tri Agus Djoko Kuntjoro mengatakan, sebelum kita lakukan MoU ini kita sudah lakukan benchmark dengan University Teknologi of Malaysia dalam rangka menjajakan kerjasama di bidang ICT termasuk rencana  dual degree.

“Setelah acara itu kita lanjutkan dengan seminar internasional, ini adalah awal dari Institut Teknologi Telkom Surabaya untuk mengawali sebuah aktivitas karena kita baru berdiri di tahun 2018 tepatnya 4 september 2018.” Kata Tri Agus.

Lokasi Kampus kami ada  di Gayungan sehingga kita coba share berkolaborasi dengan UniversitiTeknologi of Malaysia tentu kita akan bekerjasama dengan yang lain juga di masa-masa yang akan datang.

“Dalam waktu dekat so far kita berpikir dalam bidang akademik, akademik akan provite salah satunya dalam bidang double degree, pertukaran pelajar kemudia research secara bertahap kita kembangkan juga green research dan juga penelitian-penelitian yang sifatnya aplikatif.” tegas Tri Agus.

Program studi selanjutnya, lanjut Tri Agus, akan kita cek terlebih dahulu kecocokannya apakah pas akan kita coba dengan satu prodi dulu bagaimana kedepannya kalau bagus akan kita tingkatkan.

“ITTS dari awal pembukaan di tahun 2018 menerima 134 mahasiswa untuk tujuh prodi. Paling banyak diminati adalah prodi teknologi industri dan teknologi informasi,” jelasnya. Untuk tahun ini target ITTS akan menerima 1000 mahasiswa baru dan pendaftaran mahasiswa baru sudah kita buka mulai november bisa di cek di web saya untuk pendaftarannya.

Prof.dr. Mohd Syahrizal bin Sunar (director of institute of human centered engineering) menambakan, pihaknya apresiasi dengan ITTS dapat bekerjasama dengan ITM Malaysia terutama di bidang akademik dan research.

“Yang pertama akademik itu bergantung pada dual degree dan juga pertukaran pelajar dan dosen dan seterusnya pengajuan di pasca ijazah post graduate masters dan psd dan untuk research itu berbentuk kolaborasi penyelidikan penelitian yang mana kita mempunyai human interest yang kita bangunkan bersama. Terutamanya dengan bidang yang berkaitan dengan industri 4.0,” kata Syahrizal.

“Jadi saya sebagai wakil dari university teknologi of malaysia sangat mengharapkan kerjasama akan dikembangkan terus bukan hanya di bidang ICT tapi juga pada bidang-bidang yang lebih luas lagi terutama dalam bidang teknologi.” tegas Syahrizal. (imm)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.