Prof Dr Eng Ir I Made Wartana MT dan Rektor ITN Malang, dan Prof Dr Eng Ir Abraham Lomi MSEE.

MALANG | duta.co – Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang saat ini telah memiliki Guru Besar elektro yang konsen dalam pengembangan energi terbaru (Renewable). Adalah Prof Dr Eng Ir I Made Wartana MT yang Sabtu (20/03) dikukuhkan menjadi profesor ke tujuh ‘Kampus Biru’ ini.

Prof I Made Wartana mengarakan bahwa SK Guru Besarnya sudah turun satu tahun yang lalu. Di mana dalam berbagai penelitiannya ia konsen di bidang renewable dengan beberapa risetnya yang mengarah kesana. Hal ini seirama dengan ITN yang mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), guna meningkatkan bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) sebagai upaya menekan penggunaan energi berbasis fosil.

“Sudah mulai ada follow-up-nya dengan memasang surya. Mudah-mudahan kedepan menjadi awal yang bagus untuk riset-riset dibidang energi baru terbarukan,” ungkap Prof Made.

Lebih lanjut, alumnus doktoral Asian Institute of Technology (AIT) Thailand ini menyampaikan pula, bahwa ia memang getol melakukan penelitian bidang EBT. Bahkan dalam pidato pengukuhannya ia mengangkat tema “Optimalisasi Penetrasi Pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) ke Grid dengan Kendali FACTS Berbasis AI”.

Seperti diketahui, ITN kini mengembangkan PLTS dan menjadi kampus swasta pertama yang mengembangkan pembangkit bertenaga sinar matahari ini. Ia berharap, yang dilakukannya dapat menjadi mercusuar ITN ke depan.

Ditambahkan Rektor ITN Malang, Prof Dr Eng Ir Abraham Lomi MSEE, bahwa pihaknya selalu mendorong dosen untuk meningkatkan kualitasnya. Terbukti beberapa kader bisa dikukuhkan mendatang. Saat ini ada dua orang yang masih proses mengikuti jenjang guru besar.

“Kami akan usahakan, mudah-mudahan bisa segera mendapatkan SK penetapan sebagai guru besar,” papar Prof Abraham Lomi.

Dalam merealisasikan proporsional guru besar, mengacu Surat Menteri Pendidikan Tinggi bahwa seorang bisa dikukuhkan sebagai guru besar ketika memiliki pendidikan terakhir Doktor. Ia mengungkapkan, ITN sendiri sejak tahun 2000 berupaya untuk menyekolahkan dosennya ke jenjang studi S3. (dah)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry