KH Agus Solachul A'am Wahib dan rundown acara PWNU Jatim. (FT/dok)

SURABAYA | duta.co – Ketua Umum Barisan Kiai dan Santri Nahdliyin (BKSN), KH Agus Solachul A’am Wahib, cucu pendiri NU (almaghfurlah) KH Wahab Chasbullah, mengaku geram membaca instruksi PWNU Jatim agar nahdliyin datang ke TPS secara berjamaah dengan baju putih.

“Orang bodoh saja ngerti, ini politik. Apa urusannya NU mobilisasi orang ke TPS dengan baju putih? Kalau masih bilang netral, sama saja membodohi diri sendiri. Apa dikira tidak ada pertanggungjawaban akhirat?” jelas Gus A’am Wahib panggilan akrabnya kepada duta.co, Senin (15/4/2019) sebelum bertandang ke Jakarta.

Menurut putra KH Wahib Wahab Chasbullah ini, sebagai dzurriyah NU dirinya tidak rela NU dijadikan alat politik. “Silakan berpolitik, silakan! Siapa yang akan melarang? Tapi jangan gunakan NU. Jangan membodohi warga NU, kasihan nahdliyin. Mereka ini hidupnya susah, kok malah dijadikan ‘dagangan’ politik,” jelasnya.

Untuk itu, Gus A’am Wahib menyerukan kepada warga NU agar mengesampingkan instruksi PWNU itu. “Saya mengajak warga NU untuk tidak mematuhi instruksi itu. Di samping isinya politik, malam coblosan adalah hari tenang. Jangan sampai jadi ajang kampanye, melanggar aturan,” tegasnya.

Menurut salah satu penggagasan Komite Khitthah 1926 NU ini, pihaknya sudah menyampaikan instruksi tersebut kepada Bawaslu. “Sudah kita sampaikan. Setidaknya Bawaslu tahu, bahwa malam coblosan nanti ada gerakan massa atas nama NU, dan mereka akan datang berjamaah ke TPS dengan warna baju tertentu,” ujarnya.

Seperti diberitakan duta.co, baru-baru ini beredar luas Instruksi “Lailatul ijtima’, Istighotsah dan Tahajjud Sukses Pemilu 2019” atas nama PWNU Jatim tertanggal 30 Maret 2019 di media sosial.

Lampiran surat dengan kop PWNU bernomor 145/PW/A-II/L/III/2019 itu memang sarat politik. Tertulis di point terakhir, bahwa, Rabu (17/4) bersamaan dengan hari ’H’ coblosan, warga NU diminta “Datang berjamaah ke TPS dengan baju putih, bersarung (muslim) dan berkerudung hijau (muslimat)”.

Selain instruksi ke TPS berjamaah, dalam rundown acara itu terdapat taushiyah di antaranya bertema ‘Ulama, Umara Bersatu Negeri akan Utuh’. Menurut Gus A’am Wahib, ini semua akibat banyaknya pengurus NU yang berperan sebagai tim sukses Jokowi-Kiai Ma’ruf.

“Isu pembubaran tahlil sudah gagal, tidak mempan. Warga NU tidak bisa dibujuki dengan pembubaran tahlil, istighotsah atau ditakut-takuti pesantren akan menjadi fosil. Nahdliyin tahu, semua itu bohong, omong kosong,” urainya. (mky)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry