SURABAYA | duta.co –  Dua kali persidangan sempat mengalami penundaan, akhirnya perkara pelecehan dengan terdakwa Sabrina Vanesha de Vega kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (16/1/2023).

Hakim Imam Sudarmono menjatuhkan vonis 1 bulan penjara, sama seperti tuntutan Jaksa Darwis dari Kejari Surabaya atas penghinaan  terhadap WNA Thailand, Yuwarree Rattanachai.

“Terdakwa dinyatakan bersalah. Menjatuhkan pidana penjara selama 1 bulan dan ditahan,” kata Imam saat membacakan putusan di ruang sidang Kartika 1.

Hakim sempat menanyakan tanggapan Jaksa Penuntut Umum Darwis dan Sabrina Vanesha De Vega beserta kuasa hukumnya Elok Dwi Kajda SH selepas vonis. Namun kedua pihak menyatakan pikir-pikir saat di ruang sidang.

Usai sidang, Maggie kepada media mengaku sangat mengapresiasi kinerja aparat penegak hukum. “Terima kasih ke jaksa dan hakim. Meskipun hanya dihukum 1 bulan penjara, ini jadi pelajaran buat yang bersangkutan. Semoga kasus ini tidak terulang kepada orang lain. Saya hanya ingin buka suara terhadap kasus ini hanya demi anak-anak saya yang tidak bersalah,” ungkapnya.

Terpisah, Jaksa Darwis mengatakan jika ada waktu tujuh hari berpikir mengenai putusan yang dibacakan hakim. “Vonisnya 1 bulan penjara. Kami masih pikir-pikir. Belum inkracht jadi belum ada penahanan,” dalihnya saat dikonfirmasi.

Sementara kuasa hukum Sabrina Vanesha De Vega, Elok Dwi Kadja menyebut akan melakukan upaya banding terhadap putusan hakim Imam Sudarmono. “Kami akan siapkan memori banding. Secepatnya akan kami daftarkan,” cetusnya.

Perlu diketahui, kasus ini bermula saat Sabrina Vanesha De Vega yang merupakan istri pengusaha besi baja, menuduh Maggie selingkuh dengan suaminya, Roy.

Usai melakukan pelecehan fisik dengan menyiram kotoran ke badan Maggie, Sabrina Vanesha De Vega juga menghina korban melalui Medsos.

Awalnya Maggie tak menanggapi karena merasa dirinya hanya pendatang di Indonesia. Namun setelah Sabrina Vanesha De memasang fotonya berikut anak-anaknya lengkap dengan nama, warga Thailand ini langsung menempuh jalur hukum.

Maggie melapor ke Polrestabes Surabaya pada tahun 2021. Sabrina kemudian dijerat pasal 45 ayat 3 dan pasal 27 ayat 3 UU ITE, dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara. Desember 2022 kasus mulai disidangkan.

Uniknya, saat sidang tinggal agenda vonis saja, pada 26 Desember 2022 Hakim Imam Sudarmono menunda sidang dengan alasan masih perlu musyawarah karena tuntutan Jaksa Darwis hanya 1 bulan.

Pada 9 Januari 2023, Hakim Imam Sudarmono kembali menunda dengan alasan vonis belum siap. rum

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry