PELANTIKAN : dr Ana Mursyida (dua dari kanan) berbincang dengan Dekan FK Unair Prof Budi Santoso (dua dari kiri) didampingi Direktur RSU dr Soetomo dr Joni Wahyuhadi (kiri) dan humas FK Unair,dr Eighty Mardian, usai pelantikan dokter spesialis, Rabu (24/3/2021). DUTA/endang

SURABAYA | duta.com – Istri Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, dr Ana Mursyida dilantik menjadi dokter spesialis, Rabu (24/3/2021). Pelantikan dilakukan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) Prof Budi Santoso, SpOG (K) di Aula FK Unair bersama 83 dokter spesialis berbagai bidang keilmuan.

Ana sendiri resmi menyandang gelar dokter spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi. Ditemui usai pelantikan, Ana yang tidak didampingi suaminya itu mengaku lega bisa menyelesaikan kuliahnya tepat waktu yakni sembilan semester atau 4,5 tahun. Waktu yang sebenarnya cukup lama baginya.
Karena ibu dua anak itu menempuh pendidikan dokter spesialis di saat kondisi dia sebagai istri yang harus mendampingi suaminya yang waktu itu masih menjadi Wakil Bupati Ngawi.

“Ketika memutuskan kuliah lagi, saya harus meninggalkan Ngawi dan tinggal di Surabaya. Jadi tidak semua kegiatan bisa saya ikuti. Kalau saya bisa ikut, saya laju pulang pergi Surabaya  Ngawi. Pokoknya penuh perjuangan,” ujarnya.

dr Ana Mursyida. DUTA/ ist

Beruntung, kini di saat suaminya menjadi Bupati Ngawi, Ana sudah selesai menempuh pendidikannya. Dan dia bisa menemani suami menjalankan tugasnya untuk rakyat serta bisa menjalankan profesinya sebagai dokter di Rumah Sakit Widodo Ngawi. “Sekarang sudah bisa fokus ke pekerjaan. Alhamdulillah,” ungkapnya.

Ana mengaku akan terus menjalankan profesinya sebagai dokter walau dia adalah istri bupati. Karena menjadi dokter selain cita-citanya, juga karena dia merasa ada kepuasan ketika ada pasien yang tersenyum senang ketika bisa kembali normal akibat sesuatu yang membuat kondisi fisiknya tidak bisa berfungsi normal.

“Sejak saya mengambil spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi ini, ternyata semakin besar passion saya di bidang ini. Saya akan jalani ini terus dengan membagi waktu sebaik-baiknya,” tukas Ana yang mengaku bersyukur karena suaminya sangat mendukungnya.

Dekan FK Unair, Prof Bus, panggilan akrabnya mengaku pelantikan dokter spesialis ini sudah beberapa kali dilakukan di masa pandemi. Jika di awal pandemi, pelantikan  dilakukan secara online maka kini dilakukan secara offline dan online. “Dengan prokes ketat, kita laksanakan online dan offline dan lebih banyak yang ikut offline,” ujar Prof Bus.

Dengan dilantiknya dokter spesialis ini kata Prof Bus, sebisa mungkin segera kembali ke daerahnya masing-masing. Karena sejak pandemi rumah sakit di daerah mengalami kekurangan dokter spesialis. “Karena sekarang angka kasusnya sudah mulai menurun, dokter-dokter yang baru lulus harus segera membantu layanan kesehatan di daerahnya,” tukas Prof Bus.

Pelantikan kali ini selain dihadiri para pimpinan FK Unair, juga dihadiri Direktur RSU dr Soetomo, dr Joni Wahyuhadi dan Direktur RS Universitas Airlangga, Prof Nasronuddin. end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry