H Nur Hadi (nomor dua dari kiri) dalam sebuah pertemuan. (FT/IST)

SIDOARJO | duta.co – H Nur Hadi, Sekjen Pergerakan Penganut Khitthah Nadliyyah (PPKN) mengapresiasi semangat panitia Istighotsah Kubro PWNU Jawa Timur dalam rangkan Hari Santri Nasoinal (HSN) Minggu (21/10/2018), agar terbebas dari kepentingan politik praktis.

Apalagi acara yang berlangsung di Gor Delta, Sidoarjo itu akan dihadiri jutaan nahdliyin. Kalau sampai ada muatan politik, maka, dampaknya akan mengecawakan jutaan nahdliyin.

“Memasuki tahun politik, acara yang melibatkan jutaan umat ini, rentan dengan manuver kepentingan. Kita harus sadar, sekecil apa pun, politisasi umat akan tampak,” jelas Cak Nur panggilan akrabnya kepada duta.co, Minggu (21/10/2018).

Menurut Cak Nur, keberpihakan politik itu sah-sah saja, cuma bagaimana caranya tidak mengorbankan organisasi. Pengurus NU harus bermain cantik.

“Kalau mau mengundang Capres Cawapres, jangan hanya satu pasangan calon. Undang dua-duanya, ya Jokowi-Kiai Ma’ruf, ya Prabowo Sandi. Kalau hanya Jokowi-Kiai Ma’ruf, nahdliyin pasti akan bertanya, ada apa ini?” tegasnya.

Masih menurut pengusaha otomotif di Sidoarjo ini, selain Jokowi sebagai presiden, hari ini dia sudah menjadi cawapres. Begitu juga dengan Kiai Ma’ruf Amin, sudah menjadi Cawapres. Jadi sulit untuk membedakan kampanye atau tidak. “Ada baiknya diisi taushiyah Rais Aam PBNU yang baru, KH Miftachul Akhyar. Ini yang ditunggu-tunggu warga NU,” jelasnya.

Memohon Keselamatan kepada Allah swt

Seperti disampaikan Ketua Panitia HSN 2018, Reza Ahmad Zahid, bahwa, tema HSN ini disesuaikan dengan keprihatinan terhadap musibah yang bertubi-tubi di negeri ini, termasuk keprihatinan atas berita berita yang hadir tanpa dasar, atau disebut dengan hoax yang dapat memecah belah Bangsa.

“Mereka (para kiai, red) resah,” jelas Reza Ahmad Zahid.

Sementara itu KH Syafruddin Syarif Katib Syuriah PWNU, menegaskan istighotsah kubro di tahun ke 3 hari santri nasional ini untuk memohon keselamatan pada Allah. “Jika tidak dilakukan, 2019 Indonesia akan tenggelam. Kita berkeyakinan tidak akan mampu merubah takdir kecuali dengan doa, soal cincin api yang bergerak,” tuturnya.

HSN 2018 tersebut, ditargetkan akan diikuti sejuta umat. Mulai dari kiai, santri, dan juga masyarakat umum, diajak untuk mengikuti Istighotsah Kubro untuk Keselamatan dan Persatuan Bangsa. Massa ini berasal dari para santri se-Jatim, masyarakat umum, para kiai, pejabat dan seluruh elemen masyarakat lainnya.

Istighotsah Kubro akan diawali dengan Kirab Santri, yang dijadwalkan akan dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo dan juga KH. Ma’ruf Amin. Tetapi dipastikan, hanya bendera merah putih dan bendera NU yang berkibar. (mky)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.