Para pembicara dalam webinar yang digelar ISNU Surabaya. DUTA|/ist
SURABAYA | duta.co – Deteksi dini penyakit dan pertolongan pertama  merupakan hal yang krusial dalam menjamin keselamatan pasien.
Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kota Surabaya menyelenggarakan webinar seri Kesehatan yang mengangkat topik “Waspada Kehidupan saat Pandemi dan Sesudah Vaksinasi” pada Minggu (4/4).
Webinar yang dipandu Firdaus S.Kep NS, MKes itu menghadirkan  narasumber dr Kun Arifi, SpAn KIC dan KRT Sadin Subekti ST, MKomI.
Ketua Pengurus Cabang ISNU Surabaya, Nurul Jadid mengatakan, ISNU Surabaya sebagai wadah sarjana NU memiliki tanggung jawab dalam mengedukasi masyarakat untuk memahami pola dasar penanganan kegawat daruratan pasien selama masa pandemi.
“Masyarakat harus paham apa saja dasar-dasar kegawatan medik di masa pandemi, sehingga masyarakat mampu mengambil langkah awal penanganan pasien sebelum akhirnya ditangani oleh tim medis” ungkap Nurul Jadid yang juga dosen di Departemen Biologi ITS ini.
Nurul mengatakan saat ini pemerintah Indonesia telah melakukan upaya-upaya untuk mengakselerasi pemberian vaksin Covid-19 di 34 provinsi. “Kami melihat pemahaman masyarakat akan pentingnya vaksin dan penanganan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) juga relatif masih rendah. Karena itu literasi kegawatdaruratan medik seperti ini sangat penting diselenggarakan,” imbuh Nurul.
Narasumber dr Kun Arifi memaparkan upaya pertolongan pertama ini sedikit lebih kompleks di masa pandemi. Masyarakat juga harus menerapkan protokol Kesehatan covid-19 dalam melakukan upaya pertolongan pertama. “Jadi masyarakat perlu memahami itu,” ungkap dokter spesialis anastesi RS Dr. Soetomo Surabaya ini.
Hal yang harus diantisipasi adalah gejala ikutan setelah proses vaksinasi. Manifestasi gejala ikutan ini cukup bervariasi, mulai dari pusing dan demam. Namun hal ini bisa ditangani dengan obat penurun panas atau obat analgesik. Lain halnya bila gejala ikutan termasuk dalam kategori berat seperti anafilaksis dan kejang, sebaiknya segera dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan oleh tim medis.
Selain kesiapan dasar-dasar penangangan kegawatdaruratan yang disampaikan dr Kun Arifi, webinar ini juga membedah kiat-kiat meningkatkan iman dan imun yang disampaikan oleh Ustadz Sadin Subekti.
“Keseimbangan antara Iman dan Imun merupakan salah satu kunci dalam meningkatkan kualitas hidup” tutur Firdaus yang juga merupakan dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Nadlatul Ulama Surabaya (Unusa) ini. ril
Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry