
SURABAYA | duta.co – Dunia pesantren adalah ruh Nahdlatul Ulama (NU), dan mengandung arti bahwa nilai dasar, tradisi keilmuan, dan moral perjuangan NU bersumber dari pesantren. Di dalamnya adalah para santri. Jumlahnya lebih dari 3,6 juta santri.
Bahkan, kini, santri telah menjadi soko guru pembangunan bangsa. “Kalau bicara pendidikan dan moral, pesantren menjadi jujugan umat. Adalah tepat jika PBNU dalam Muktamar ke-35 nanti, mengkaji lebih dalam tentang masa depan santri dan Indonesia,” demikian disampaikan Profesor Dr Moh Mukhrojin kepada duta.co, Rabu (19/8/26).
Lelaki yang akrab dipanggil Gus Khozin ini, mengapresiasi gagasan memperkuat peran santri dalam kancah pembangunan bangsa. “Lahirnya ISN (Ikatan Santri Nusantara) yang dibesut KH Masykur Ali dari Ponpes Ibnu Sina, Genteng, Banyuwangi menarik dicermati. Ini bisa menjadi wadah baru bagi santri untuk membangkitkan potensi yang ada,” tegas Gus Khozin.
Pengasuh Ponpes Bismar Al-Mustaqim, Surabaya ini mengatakan, bahwa, santri berada dalam zona produktif. Usia produktif ini mampu bekerja maksimal dan menghasilkan secara ekonomi dan sosial. Di Indonesia dan standar demografi global ditetapkan pada kisaran 15 tahun hingga 64 tahun.
“Secara tidak langsung, program pemerintah sudah jalan, tetapi, kalau ISN mampu memberikan pendidikan, pelatihan bahkan silabi khusus untuk para santri, maka, ISN ini akan menebar banyak manfaat. Ini bisa meringankan beban pemerintah,” tegasnya.

Sampai sekarang, ujarnya, belum ada lembaga santri yang konsen betul soal pekerjaan atau masa depan ekonomi mereka. Padahal persaingan semakin ketat. Tidak semua santri mampu mengikuti jalur Mbah Riyan (Riyan Supriyanto), seorang ulama muda bersahaja asal Kudus, Jawa Tengah.
“Beliau memang jago mentahqiq (penyuntingan dan penelitian mendalam) kitab klasik karya ulama nusantara. Lelaki yang dikenal Ibnu Harjo Al-Jawi ini dianugerahi penghargaan bergengsi MUI Awards 2026. Hebatnya, Mbah Riyan tetap menjadi tukang bangunan, dan tidak mau datang di acara MUI,” tegasnya.
Gus Khozin setuju dengan gagasan KH Masykur Ali, bahwa, santri tidak boleh hanya dipandang sebagai kelompok yang mendalami ilmu agama, tetapi harus dipersiapkan menjadi bagian penting dari kekuatan pembangunan Indonesia di berbagai bidang.

“Penetapan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober menjadi salah satu momentum penting dalam sejarah hubungan antara negara dan kalangan pesantren. Masalahnya adalah sejauh mana mereka ikut terlibat dalam pembangunan bangsa,” tegasnya.
Maka, lanjutnya, santri harus menjadi bagian dari pembangunan nasional. Santri harus hadir di berbagai bidang strategis, bukan hanya dalam persoalan keagamaan, tetapi juga pendidikan, ekonomi, teknologi, sosial, kewirausahaan, ilmu pengetahuan dan bidang strategis lainnya.
“Santri punya pabrik, mengapa tidak? Santri menguasai aplikasi niaga-e, santri menguasai pertanian, santri menguasai perkembangan teknologi. Ini semua penting,” lanjutnya.
Sebagai inisiator, KH Masykur Ali berharap ISN memiliki silabi tersendiri yang bisa membangkitkan petensi anak-anak pesantren. Menurutnya, Indonesia sedang menghadapi perubahan besar akibat perkembangan teknologi dan transformasi sosial. Karena itu, generasi santri harus memiliki kemampuan untuk membaca perubahan zaman tanpa kehilangan fondasi moral, akhlak dan nilai-nilai kebangsaan.
ISN diharapkan menjadi salah satu wadah yang mendorong lahirnya santri-santri yang memiliki kemampuan keilmuan sekaligus karakter kebangsaan. Fokusnya tidak hanya pada penguatan pendidikan agama, tetapi juga mendorong santri mempelajari science, engineering, teknologi digital, ekonomi, kewirausahaan, pertanian, energi, industri, komunikasi, hingga kecerdasan buatan (AI – Artificial Intelligence).
Tantangan ke depan membutuhkan sumber daya manusia yang mampu menguasai teknologi sekaligus memiliki integritas. “Gagasan Ikatan Santri Nusantara pada akhirnya bukan sekadar pembentukan organisasi, melainkan upaya membangun jaringan potensi santri dari berbagai daerah di Indonesia,” demikian disampaikan KH Masykur Ali kepada sedulurnews.com. (mky)





































