Muhammad Isfironi Fadjri Nara Sumber Sensus Penduduk 2020 (duta.co/heru)

SITUBONDO | duta.co – Ketua Koalisi Kependudukan Kabupaten Situbondo Muhammad Isfironi Fadjri mengatakan koalisi kabupaten merupakan wadah individu dan kelompok yang memiliki kepedulian terhadap pembangunan kependudukan yang  beranggotakan berbagai latar belakang kepentingan dan disiplin ilmu.

Mengingat masalah kependudukan merupakan masalah yang sangat kompleks, sambung Isfironi, maka koalisi kependudukan akan ikut ambil bagian dalam pemutahiran dan atau perbaikan data kependudukan.

“Ada beberapa hambatan yang menjadi tantangan bagi Koalisi Kependudukan saat ini bahwa program kependudukan masih belum banyak dipahami masyarakat. Adanya pemahaman bahwa masalah KB hanya terkait dengan persoalan kontrasepsi dan pengaturan jumlah anak saja,” tuturnya saat memberikan sosialisasi sensus kependudukan tahun 2020 , Kamis (13/2/2020).

Persoalan KB, sambung Isfironi, terkait erat dengan persoalan kependudukan dimana saat jumlah penduduk tidak dikendalikan sementara kualitas penduduk juga rendah akan sangat berdampak pada persoalan lain, baik persoalan ekonomi, pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan yang artinya kualitas keluarga akan rendah.

“Bicara lebih luas lagi persoalan kependudukan akan berdampak pada banyaknya penggangguran dan maraknya tindak kejahatan, pernikahan dibawah umur sampai dengan peningkatan jumlah perceraian, semua terikat erat menjadi sebuah satu kesatuan dengan kurangnya kualitas kependudukan dan keluarga.” Beber Isfironi.

Sebagai pelaku pembangunan, imbuh Isfironi, penduduk mestinya dalam kondisi ideal baik kuantitas maupun kualitasnya. Dan sebagai sasaran pembangunan, penduduk akan diarahkan pada kondisi terkendali dalam aspek kuantitas dan meningkat dalam aspek kualitas maupun kesejahteraannya. “Kuantitas penduduk sendiri menyangkut jumlah, struktur dan persebarannya, sementara kualitas penduduk berkaitan dengan  pendidikan, kesehatan, ekonomi dan  sosial budaya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Isfironi menjelaskan, ada lima aspek pembangunan kependudukan, yaitu Grand Design Pengendalian Kuantitas Penduduk, Grand Design Peningkatan Kualitas Penduduk, Grand Design Pengarahan Mobilitas Penduduk, Grand Design Pembangunan Keluarga dan, Grand Design Pengembangan Data Base Kependudukan.

“Grand Design Pengendalian Kuantitas Penduduk diarahkan untuk mengelola pertumbuhan penduduk melalui pengendalian kelahiran dengan cara mengoptimalkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan reproduksi dan Keluarga Berencana (KB). Pengendalian kelahiran sendiri dilakukan melalui upaya pengaturan usia ideal perkawinan, usia ideal melahirkan, jarak ideal melahirkan serta jumlah ideal anak yang dilahirkan,” jelas Isfironi.

Sedangkan, indikator kependudukan yang digunakan untuk mengukur sasaran yang hendak dicapai dalam pengendalian kuantitas penduduk, kata Isfironi mencakup, Jumlah Penduduk, Laju Pertumbuhan Penduduk, Total Fertility Rate atau TFR, Net Reproduction Rate atau NRR, dan Crude Birth Rate atau CBR.

Grand Design Peningkatan Kualitas Penduduk, lanjut Isfironi, diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui upaya peningkatan akses pelayanan kesehatan secara umum dan pendidikan serta kesempatan kerja/berusaha. Indikator yang digunakan untuk mengukur sasaran yang ingin dicapai mencakup, Crude Death Rate atau CDR, Infant Mortality Rate atau IMR, Maternal Mortality Rate atau MMR, Angka Harapan Hidup, Indek Pembangunan Manusia, Angka Melek Huruf, Rata-rata Lama Sekolah, Angka Partisipasi Sekolah, Penduduk di bawah Garis Kemiskinan, dan Rasio Ketergantungan.

Untuk Grand Design Pembangunan Keluarga, kata Isfironi, diarahkan untuk meningkatkan ketahanan dan pemberdayaan keluarga dalam rangka pelaksanaan 8 fungsi keluarga sesuai PP No 87 Tahun 2014 serta memperkuat pengasuhan dan penumbuhkembangan anak, peningkatan pendapatan keluarga miskin serta peningkatan kualitas lingkungan keluarga.

“Indikator yang digunakan untuk mengukur sasaran yang ingin dicapai mencakup, Rasio keluarga yang memiliki perencanaan berkeluarga, Rasio keluarga yang  mempunyai perencanaan investasi anak, dan Rasio keluarga yang mempunyai perencanaan keuangan,” tuturnya. her

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry