Pembukaan ISEF 2026 di Jakarta oleh jajaran pimpinan Bank Indonesia. DUTA/ist

JAKARTA | duta.co — Indonesia terus memperkuat langkahnya untuk menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah global. Melalui gelaran Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13 2026, Bank Indonesia bersama Kementerian/Lembaga (K/L) dan pemangku kepentingan terkait menggelar festival ekonomi syariah terbesar di Jakarta International Convention Center (JICC) pada 14–18 Oktober 2026.

Mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital” serta semangat “Kebaikan untuk Semua”, ISEF 2026 dibuka secara resmi pada Rabu (14/10/2026) oleh Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, bersama Anggota Komusi XI DPR RI, serta Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Dradjad Hari Wibowo.

Tiga Program Unggulan Bank Indonesia

Guna memperkuat integritas pasar, tata kelola, dan modal manusia di sektor syariah, Bank Indonesia meluncurkan tiga program unggulan pada ISEF 2026. Yakni Islamic Financial Market Code of Conduct (ICoC): Pedoman transaksi pasar keuangan syariah untuk meningkatkan integritas dan efisiensi pasar yang disusun oleh APUVINDO, IIGMA, Bank Indonesia, dan OJK.

Indeks Penerapan Prinsip Utama Zakat 2.0 (ZCP): Pembaruan indeks oleh BAZNAS dan Bank Indonesia dengan penambahan dimensi manajemen risiko guna memperkuat tata kelola zakat.

Beasiswa Internasional Keuangan Sosial Syariah: Program beasiswa bagi mahasiswa asing kurang mampu dengan memanfaatkan dana ZISWAF secara produktif sekaligus mempromosikan kualitas pendidikan nasional di tingkat global.

Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, menegaskan pencapaian ekonomi syariah saat ini harus menjadi fondasi untuk melangkah lebih jauh.

“Capaian ini menjadi fondasi, bukan garis akhir, karena masih terbuka ruang besar untuk meningkatkan pangsa pasar keuangan syariah, memperdalam pasar, dan memperluas literasi, sehingga diperlukan akselerasi melalui sinergi dan transformasi digital,” ujar Destry.

Potensi Global dan Pertumbuhan Dalam Negeri

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto (dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wamenko Dradjad Hari Wibowo), menyampaikan bahwa proyeksi belanja masyarakat muslim global diperkirakan mencapai USD 3,56 triliun pada tahun 2029.

Di dalam negeri, performa ekonomi syariah menunjukkan tren positif. Indonesia bertahan di peringkat keempat dunia dalam laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2025/2026.

Rantai Nilai Halal tumbuh sebesar 5,5% (yoy) pada triwulan II 2026, melampaui Laju Pertumbuhan Ekonomi nasional.

Total penerbitan green sukuk Indonesia sejak 2018 telah mencapai USD 7,7 miliar di pasar global dan Rp108,9 triliun di pasar domestik per Juni 2026.

Inovasi Digital dan Partisipasi UMKM Daerah

Penyelenggaraan ISEF 2026 menghadirkan lebih dari 100 kegiatan luring dan daring yang melibatkan lebih dari 1.000 pelaku industri halal. ISEF tahun ini membawa tiga kebaruan utama yakni Kolaborasi dengan Trade Expo Indonesia (TEI) 2026. Pemanfaatan teknologi digital immersive dan Perluasan partisipasi lintas generasi melalui kompetisi video VITRAH serta ruang interaktif ISEF World Island di platform Roblox.

Dukungan daerah juga terlihat kuat. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur (KPw BI Jatim) memboyong 10 UMKM binaan unggulan untuk memamerkan produk mereka di JICC, mulai dari sektor modest fashion (Elva Fauqo, Gita Orlin, Riris Ghofir, Ulur Wiji) hingga sektor halal food B2B & B2C (Arana Spice, Matoh, Zumami, Honey Cookies, Momachi, dan Syaza).

Masyarakat yang ingin berkunjung dapat menghadiri langsung gelaran ISEF 2026 di JICC atau mengakses informasi serta kegiatan secara daring melalui laman resmi www.isef.co.id dan aplikasi ISEFun Apps. ril/lis

ISEF 2026
Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry