KONSEP ALAM : Gedung SD SAInS Situbondo Jatim Menggunakan Konsep Alam (duta.co/heru)

SITUBONDO | duta.co-Sekolah Dasar Sentra Anak Inklusi Situbondo Jatim (SD SAInS Situbondo Jatim) yang berkedudukan di Jalan Baluran N0. 25, Dusun Paerayaan, Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo tak tersentuh perhatian Pemerintah Kabupaten Situbondo, Kamis (8/8/2019).

Padahal, SD yang menampung Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Namun sayangnya, tak mendapat dukungan dari pemerintah setempat maupun Pemerintah Jatim.

“Saya sangat berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah, utamanya perhatian pengurusan perijinan tidak di persulit,” jelas S.T. Wati Sulasminingsih perintis SD SAInS Situbondo Jatim ini.

Lebih lanjut, Wati, panggilan akrab  S.T. Wati Sulasminingsih mengatakan bahwa, berdirinya SD SAInS Situbondo Jatim ini, berawal dari keinginan masyarakat setempat yang menginginkan adanya wadah yang bisa menyalurkan kemampuan belajar putra-putrinya tanpa adanya perbedaan dari skala kemampuan.

“Jumlah siswa-siswi SD SAInS Situbondo Jatim ini berjumlah 55 orang yang berasal dari berbagai desa di Wilayah Kecamatan Panarukan, Situbondo dan Panji,” ujar Wati.

Wati mengatakan, awalnya sekolah yang dia dirikan tidak punya murid reguler (murid normal, red), hanya murid yang memerlukan Kebutuhan Khusus, seperti donw sindrum, autisem dan keterbelakangan mental. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, ada beberapa orang tua yang memindahkan anaknya dari sekolah SDN ke SD SAInS Jatim ini.

“Mereka dipindahkan ke SD SAInS, karena saat ada di SD lamanya mendapat ejekan dari teman-teman kelasnya,” bebernya.

Untuk memberikan pelajaran bagi Anak Berkebutuhan Khusus, kata Wati, para guru SD SAInS selalu bersama-sama mengajak mereka untuk melihat dan mendengar dengan segala potensi yang ada agar mereka tidak minder dalam menghadapi berbagai persoalan.

“Sebenarnya banyak potensi yang dimiliki oleh Anak Berkebutuhan Khusus dalam proses belajar mengajar, asalkan kita tahu dan memahami keinginan mereka dan menenpatkan mereka pada kemampuan yang dimilikinya masing-masing,” tuturnya.

Tak hanya itu saya yang disampaikan Wati, namun dia bersama 11 guru SD SAInS Situbondo Jatim bercita-cita membesarkan atau mengembangkan sekolahnya dengan sarana dan prsarana yang memadai dan ada perhatian dari pemerintah setempat.

“Cita-cita kami bersama 11 guru berkeinginan membesarkan SD SAInS ini, agar kebutuhan masyarakat menyekolahklan anaknya yang memerlukan kebutuhan khusus bisa tercover. Dan harapan saya, pemerintah setempat mau memperhatikan keberadaan SD SAInS Situbondo Jatim,” harapnya.

SD SAInS Situbondo Jatim ini, imbuh Wati, dibangun menggunakan konsep alam yang gedungnya terbuat dari bambu.

“Suka duka dalam mengajar Anak Berkebutuhan Khusus sangat banyak sekali, tapi kita jalani dengan tekun dan senang,” pungkas Wati.her

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.