SURABAYA | duta.co – Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengaku iri dengan DMI Jawa Timur yang didukung Gubernur Jatim Khofifah dalam program Uang Kehormatan Imam Masjid (UKIM) yang disalurkan kepada 87.799 imam masjid pada setiap tahun sejak 2019 hingga kini.

“Program DMI Jatim luar biasa, tapi kepedulian Gubernur kepada DMI di Jatim memang luar biasa juga. Di NTB, Masjid Islamic Center saja tidak diserahkan ke DMI untuk dikelola, tapi diurus Biro Kesra. Nah, kami ingin tahu trik DMI Jatim,” kata Ketua Umum DMI NTB H Muzihir dalam kunjungan ke DMI Jatim di Surabaya, Sabtu malam.

Dalam kunjungan studi tiru bersama 30 pengurus, termasuk Ketua Harian DMI NTB H Mashur dan Sekretaris DMI NTB H Mutawali itu, mereka diterima Ketua DMI Jatim DR KHM Sudjak MAg bersama Wakil Ketua DR KHM Umar Jaeni dan HM Abdullah Sani, Sekretaris DMI Jatim Drs H Suhadi dan jajaran Wakil Sekretaris serta jajaran pengurus departemen.

“Selain beberapa program yang sama, karena turunan program DMI Pusat, kami juga membentuk Forum Komunikasi antara DMI dengan takmir masjid di tingkat grass roots, hingga menemukan sejumlah masjid model untuk program tertentu yang dapat ditiru masjid lain. Cuma dananya bukan hibah dari APBD, melainkan dukungan dari Ketua DMI Pak Muzihir yang juga Wakil Ketua DPRD NTB,” kata Ketua Harian DMI NTB, Mashur.

Dalam kesempatan itu, Ketua DMI Jatim DR KHM Sudjak Mag menjelaskan lima program unggulan DMI Jatim yakni UKIM, Masjid Award, Halal dan Syariah Center, Sertifikasi Wakaf Masjid, dan Pembinaan/Dakwah Masjid selama Ramadhan. “Tahun ini, UKIM sudah delapan kali dan Masjid Award sudah empat kali,” katanya.

Khusus UKIM yang digagas Gubernur Jatim Khofifah sejak 2019 itu sudah disalurkan kepada 87.799 imam masjid yang tersebar pada 52.714 masjid se-Jatim, namun penyalurannya secara bertahap yakni 11.049 imam masjid (tahun 2019), 9.250 imam masjid (2020), 9.350 imam masjid (2021), 11.650 imam masjid (2022), 12.500 imam masjid (2023), 12.500 imam masjid (2024), 12.500 imam masjid (2025), dan 9.000 imam masjid (2026).

“Untuk Masjid Award dan program lain, kami tidak hanya mendapat support dari Pemprov Jatim, namun juga dari kalangan perbankan dan donator dari masyarakat,” kata Sudjak yang juga Ketua Badan Pelaksana Pengelola (BPP) Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS) itu.

Selain kunjungan studi tiru ke DMI Jatim, pengurus DMI NTB juga melakukan kunjungan ke Masjid Al-Akbar (MAS) dan Masjid Al-Falah Surabaya. “Kalau ke Al-Akbar, kebetulan tanggal 18 Januari (Ahad Subuh) ada Majelis Subuh GenZI atau MSG, silakan datang pada Ahad Subuh untuk mengikuti MSG, agar tahu bagaimana pembinaan GenZI di MAS,” kata Sudjak. (*/dmi)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry