
SURABAYA | duta.co – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jawa Timur mulai memanaskan persiapan menuju PON 2028 dengan menerapkan standarisasi program latihan dan pembinaan atlet di seluruh kabupaten/kota se-Jawa Timur.
Langkah strategis ini mendapat dukungan penuh dari KONI Jawa Timur guna meningkatkan prestasi pencak silat Jatim pada ajang olahraga nasional tersebut.
Ketua KONI Jatim, M. Nabil, menjelaskan rekrutmen atlet dilakukan melalui empat jalur, yakni pengurus provinsi (Pengprov), KONI kabupaten/kota, hasil Porprov, serta jalur individu yang memiliki potensi prestasi.“Siapa pun yang memiliki kemampuan tetap bisa direkrut melalui tahapan yang telah ditentukan,” ujar Nabil.
Menurutnya, pembinaan atlet dilakukan secara berjenjang. Atlet berprestasi akan dibina KONI Jatim, sementara atlet potensial lainnya dibina oleh pengurus provinsi cabang olahraga masing-masing dengan sistem promosi dan degradasi.
Sementara itu, Ketua IPSI Jatim Bambang Haryo Soekartono mengatakan saat ini terdapat sekitar 40 atlet hasil seleksi Kejurprov Piala BHS dan atlet Puslatda yang dipersiapkan menuju Pra-PON 2027 dan PON 2028.“Seluruh atlet akan menjalani standarisasi fisik, teknik, mental, dan metode latihan agar memiliki kualitas yang sama,” kata Bambang.
Menurutnya, keseragaman program latihan sangat penting untuk menghindari perbedaan metode pembinaan di daerah. Dengan standar yang sama, atlet tetap mendapatkan pola latihan yang terukur meski kembali berlatih di daerah masing-masing.
Untuk memperluas penjaringan atlet potensial, IPSI Jatim juga akan menggelar sejumlah kejuaraan, di antaranya Piala Gubernur Jawa Timur dan Piala Kapolda Jawa Timur. Ajang tersebut akan menjadi sarana seleksi atlet berbakat yang diproyeksikan memperkuat Jatim pada Pra-PON 2027 dan PON 2028.
Selain itu, IPSI Jatim akan memperkuat program pembinaan melalui try out, peningkatan kualitas pelatih, serta penyediaan sarana latihan yang lebih memadai.
Bambang mengungkapkan, KONI Jatim menargetkan cabang olahraga pencak silat mampu menyumbang empat medali emas pada PON 2028.“Kami optimistis target minimal empat medali emas bisa tercapai,” tegasnya.
Sebagai bentuk dukungan pembinaan, IPSI Jatim juga akan melengkapi fasilitas latihan, termasuk pengadaan lima unit treadmill guna meningkatkan kondisi fisik atlet.
Dengan sistem rekrutmen terbuka, standarisasi latihan, dan kompetisi berkelanjutan, IPSI dan KONI Jatim optimistis mampu melahirkan pesilat-pesilat terbaik yang siap mengharumkan nama Jawa Timur di PON 2028. (gal)







































